Berita

3 BPP di Mamuju Tengah Sukses Bertransformasi menjadi BPP Model Kostratani

Posted by:

SEJUMLAH penyuluh yang berasal dari 3 BPP Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat mengikuti pelatihan teknologi informasi (IT) dan manajemen data serta informasi pertanian yang digelar Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa selama dua hari, 9 – 10 Juli 2020 di Kantor Dinas Pertanian Mamuju Tengah.

Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan dari BPP Topoyo, BPP Budong-budong, dan BPP Karosa yang diwakili oleh ketua tim penyuluh, tenaga admin, dan tenaga IT masing-masing BPP dan beberapa petani yang berada dibawah binaan ketiga BPP tersebut. Pelatihan ini dilaksanakan untuk mendukung kesiapan BPP tersebut menjadi BPP model KostraTani di bawah koordinasi Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mantapkan pembentukan Kostratani sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi, dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Melalui kostra tani, Syahrul ingin pertanian jauh lebih modern.

“Pertama, pertanian kita harus lebih maju dari yang kemarin, lebih mandiri dan dikelola lebih modern”, kata Syahrul saat gelar Video Conference dengan ratusan penyuluh, camat, Babinsa, dan peneliti Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTPP) sehari sebelum rapat pembentukan tim sosialisasi BPP KostraTani wilayah Sulawesi Barat oleh Polbanbtan gowa.
“Pembinaan BPP model KostraTani sesuai arahan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengacu pada instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa BPP di tingkat kecamatan merupakan locust pembangunan pertanian,” kata Ir. Haris sebagai koordinator 3 BPP Mamuju Tengah pada pertemuan dengan petani dan penyuluh. Jaringan listrik, telepon dan internet menjadi syarat mutlak lantaran penyampaian data dan informasi terhubung online dengan Agriculture War Room (AWR).
“Pelatihan hari pertama, Rabu (9/9) fokus Sosialisasi strategi pembinaan BPP model KostraTani. pelatihan IT maupun manajemen data dan informasi pertanian diikuti oleh seluruh perangkat penyuluh dari ketiga BPP Topoyo, Budong-budong, dan Karosa pada hari kedua, Kamis (10/9)” terang Ir. Haris dalam keterangan tertulisnya.

Hadir sejumlah pejabat setempat dipimpin Kepala Dinas Pertanian dan Kasie Penyuluhan Dinas Pertanian Pemkab Mamuju Tengah, Kadis Perkebunan Mamuju Tengah; Camat Topoyo dan Budong-budong, “Kepala Dinas Pertanian menyampaikan terima kasih pada Kementan, karena penyuluh sudah dibekali pengetahuan IT online sehingga para penyuluh dapat melakukan pengisian data melalui aplikasi yang direkomendasikan,” kata Surasno mewakili Kadis Pertanian.
Hambali, Kepala BPP Topoyo menambahkan BPP model Kostratani ke depan berfungsi menjadi pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.
“Selama ini peran tersebut belum optimal, karena itu melalui BPP model KostraTani maka tugas, fungsi dan peran BPP akan lebih optimal,” kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi pada video conference Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP), beberapa waktu lalu.

Langkah tersebut, merupakan implementasi rancang ulang (redesign) pengembangan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) untuk 2020 memanfaatkan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri [PHLN] pada BPPSDMP pasca pemotongan anggaran APBN 2020 terkait penanganan Pandemi Covid-19 terhadap 723 BPP di 19 provinsi, salah satunya BPP Topoyo. Penyuluh Hambali mengatakan salah satu kesiapan BPP Topoyo menjadi model KostraTani adalah umbi porang dan kapulaga yang merupakan tanaman impor termahal ketiga dunia yang merupakan tanaman biofarmaka hasil kerjasama antara Dinas Perkebunan pada lahan BPP dan lahan petani mendukung pembelajaran.

0
  Related Posts
  • No related posts found.