Berita

Alumni Polbangtan Gowa: PWMP Memberikan Kami Kesempatan untuk menjadi Pengusaha Muda

Posted by:

Kementerian Pertanian RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memiliki program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian. Menteri Pertanian,  Syahrul Yasin Limpo,  SYL mengharapkan melalui kegiatan PWMP, generasi milenial berani menjadi seorang petani atau mendirikan start up di bidang pertanian. “Hal ini bukanlah suatu hal yang mustahil di mana kaum milenial saat ini mulai sadar bahwa pertanian adalah tambang emas tanpa batas jangka panjang,” tegas SYL. 

Sejalan dengan SYL,  Kepala BPPSDMP, Prof. Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa ke depan, generasi muda pertanian bukanlah pekerja bidang pertanian, tetapi menjadi pelaku usaha pertanian. “Regenerasi petani menjadi hal yang penting dan utama sekarang ini,” pungkas Dedi. 

Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) saat ini telah menjadi kebutuhan dalam regenarasi petani milenial. PWMP diturunkan melalui Polbangtan selaku Unit Pelaksana Teknis dari Pusat Pendidikan Pertanian (UPT Pusdiktan) guna menumbuhkan minat berwirausaha, khususnya di kalangan generasi milenial. Melalui PWMP, generasi milenial mendapatkan pembinaan mental wirausaha, kesempatan wirausaha seluas-luasnya, dan mendapat kemudahan akses terhadap permodalan.

Terdapat 6 strategi pertanian dalam menghadapi covid-19. Salah satunya bahwa Optimalisasi lahan dan pekarangan dengan tanaman pangan untuk kebutuhan rumah tangga. Ini yang membuat kami semangat dan terus berinovasi dalam mengembangkan pertanian,” ujar Akmar.

Termasuk usaha yang dijalankan dan dikembangkan alumni Polbangtan Gowa Angkatan I 2019. Bersama 2 rekannya yakni Aminah dan Ainun. Akmar borsama 2 rekannya  mengembangkan usaha dengan nama “Papilio Hydrofarm” yang bergerak di bidang pertanian khususnya hidroponik. Usaha ini baru kami kembangkan secara maksimal selama 3 bulan terakhir. Dana PMWP yang kami gunakan memberikan harapan kepada kami untuk terus berkarya dan menjadi pengusaha di bidang pertanian demi kebutuhan pangan ditengah pandemic Covid-19,” tuturnya. Sabtu (26/09).

Pada awal bulan juli kami menyewa lahan untuk kegiatan usaha yg letaknya cukup strategis. Dalam waktu  2  bulan kami menyelesaikan pembuatan green house dan melakukan pembibitan dan sekarang memasuki tahap panen. Meskipun tergolong baru, pembuatan green house dan pembibitan berjalan lancar dan sekarang siap untuk di pasarkan. Belum banyaknya yang mengembangkan usaha hydroponik di Desa Minasabaji, Kecamatan Bantimurung, Kab Maros, menjadi harapan pengembangan Usaha budidaya tanaman hydroponic. Disisi lain kebutuhan sayur terus meningkat,” ungkap Akmar.

Untuk tahap pertama kami membuat 1000 lubang namun penyemaian dan pembibitan dilakukan secara berangsur dan saat ini kami menanam pakcoy dan selada. Kedepannya akan di kembangkan lagi sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dengan menawarkan lewat medsos kami bisa menggunakan jasa ojol untuk pemesanan atau mengantar langsung ke pelanggan,” pungkas Akmar.

P. Tandi Balla, SP., M.Si, selaku pembimbing PWMP mengunjungi lokasi usaha Papilio hydrofarm di Kabupaten Maros pada kegiatan monitoring evaluasi tahap penumbuhan. Kepada bimbingannya berpesan untuk terus berinovasi, kerja keras dan terus menjalin mitra kerjasama jika usaha kalian ingin berkembang. Masyarakat juga sudah bisa mengakses langsung lokasi usaha budidaya yang dikembangkan alumni Polbangtan Gowa ini melalui google maps,” tutupnya. (MUZ)

 

0
  Related Posts
  • No related posts found.