Berita

Bersama Petani Sumba Tengah, Mahasiswa Polbangtan Gowa Lakukan Pengambilan Ubinan di Lokasi Food Estate

Posted by:

Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa sebagai Unit Pelaksana Tugas Pendidikan di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian juga terlibat dalam kegiatan pendampingan food estate yang terletak di Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan kali ini adalah pengambilan ubinan di lakukan pada kawasan Food Estate Desa Welawa, Kec. Katiku tana selatan, Kab. Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pada kesempatan ini, mahasiswa Polbangtan Gowa yakni : Taufiq Hidayat, Nurilham Khaidir, Nurul ayu istiqamah, Grace Victoria Dalekes, A. Erwin, Muh. Ikbal, Amal Faudzhan, Ummu Kalsum Hamzah, Altovianus Mangopang, Sahrul, sebagai mahasiswa yang melaksanakan PKL II dan pendampingan Posko I Pertanian Maju bersama Koordinator BPP Prai Au, PPL, dan petani melakukan kegiatan pengambilan ubinan di hari Sabtu 24 April 2021, pukul 08.30 – 12.35 Wita.

Pengambilan ubinan dilakukan di lahan sawah seluas perkiraan 1,75 Ha. Ubinan adalah cara untuk melihat perkiraan hasil panen tanaman padi atau palawija melalui titik sampel dengan cara diukur dengan ukuran 2,5 x 2,5 m² yang kemudian hasilnya diukur dan ditimbang. Tujuan dari pengambilan sampel ubinan ini adalah untuk mengetahui perkiraan hasil produksi tanaman dalam luasan 1 Ha,” ungkap Taufik.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan kualitas SDM adalah hal yang penting. “SDM pertanian di masa depan harus diisi dengan yang berkualitas.
Selanjutnya Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian berkomitmen akan memaksimalkan semua aspek agar pendampingan yang diberikan terhadap petani di Food Estate bisa berjalan maksimal, salah satunya lewat pembentukan Tim Pendampingan/Detasharing Food estate.

Sehubungan dengan hal itu, Syahrul menambahkan bahwa Kehadiran generasi milenial yang memegang peran besar untuk menghadapi persaingan global khususnya dalam hal penyediaan pangan yang sangat krusial bagi kelangsungan hidup khalayak banyak, dan ketahanan negara.

Petani dan penyuluh harus tetap melakukan pekerjaan sehari-harinya dalam menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan terjadi di Indonesia. Untuk itu, Mentan mengajak semua pihak untuk bekerja keras dalam menghadapi krisis pangan dunia. Menurutnya, tantangan tersebut bisa dihadapi dengan dua langkah, yaitu dengan penanaman yang cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat,” jelas Mentan SYL.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Prof. Dedi Nursyamsi, meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani. (muz)

0
  Related Posts
  • No related posts found.