Berita

Di Maros, Direktur Polbangtan Gowa Inginkan BPP sebagai Pusat Gerakan Pertanian di Kecamatan

Posted by:

Bertempat di BPP Bantimurung, Kabupaten Maros, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melakukan Sosialisasi Program Pengawalan dan Pembinaan BPP Model untuk Wilayah Kordinasi Polbangtan Gowa. (22/07).

Dr. Syaifuddin selaku Direktur Polbangtan Gowa juga telah menetapkan BPP Bantimurung sebagai salah satu BPP Model binaan Polbangtan Gowa selain BPP Barebbo di Kabupaten Bone.

Polbangtan Gowa telah ditugaskan untuk membina 2 BPP sebagai BPP Model yang salahsatu programnya adalah untuk meningkatkan kemampuan Teknologi Informasi penyuluh yang ada di BPP tersebut.

Dalam sosialisasi ini, Syaifuddin menjelaskan tujuan pembangunan pertanian yang intinya akan menyediakan pangan untuk 267 juta jiwa, meningkatkan ekspor hingga 3 kali lipat dan peningkatan kesejahteraan petani sehingga akan meningkatkan produktifitas melalui Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Direktur Polbangtan menambahkan bahwa Kostratani adalah pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Kami berharap Kostratani ini dapat berperan sebagai pusat data informasi, pusat Gerakan pembangung pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan sehingga tujuan pembangunan pertanian tercapai sesuai dengan harapan kita semua tegas Syaifuddin.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menginginkan program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) diharapkan akan lebih cepat menggerakkan pembangunan pertanian pedesaan menuju pertanian maju, mandiri dan modern.

“Peran itu nantinya digerakkan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sebagai pusat pelaksanaan Kostratani dengan mengefektifkan penyuluhan dan meningkatkan keahlian para penyuluh pertanian,” ujarnya di Makassar beberapa waktu lalu.

Menurut SYL, Kostratani didesain agar bisa mengidentifikasi potensi komoditas unggulan lokal yang bisa mengungkit pendapatan dan kesejahteraan petani.

Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengharapkan Kostratani berperan menjadi pengungkit 7% produktifitas pertanian melalui BPP di tingkat kecamatan, selaku lokus pembangunan pertanian di tingkat kecamatan, tempat bernaungnya penyuluh bersama 16 fungsional di BPP.

Kementan khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berupaya meningkatkan peran Kostratani menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan pertanian, sehingga dapat mendukung petani meningkatkan produktifitas pertanian.”Kebijakan pusat pada gerakan pemberdayaan petani terpadu berbasis teknologi informasi diimplementasikan pada AOR Kostratani, sekaligus menarik minat generasi milenial yang akrab dengan IT, sehingga tertarik kembali ke sektor pertanian,” katanya.

0
  Related Posts
  • No related posts found.