Berita

Dr. Syaifuddin: Kalian Harus Ikut Beri Sumbangsih untuk Keberhasilan Food Estate Sumba Tengah

Posted by:

Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa akan ikut berpartisipasi untuk mensukseskan Food Estate (FE) yang ada di Sumba Tengah sebagai Mahasiswa pendamping petani. Kegiatan ini juga merupakan wujud dari implementasi kebijakan kampus merdeka – merdeka belajar.

Mahasiswa Polbangtan Gowa sebanyak 30 orang akan dikirim ke Sumba Tengah, mereka adalah mahasiswa pilihan yang akan ditempatkan selama tiga bulan dilokasi FE.

Dr. Syaifuddin, Direktur Polbangtan Gowa mengatakan bahwa setelah 3 bulan, mahasiswa ini akan disegarkan dengan menempatkan mahasiswa dengan kelompok yang baru.
Buat anak-anakku mahasiswa, saya titipkan pesan, jaga etika kalian disana. Meleburlah dengan masyarakat dengan segala kondisi, budaya dan adat istiadat. Dampingi mereka dengan segala pengetahuan yang kalian miliki.

Bantu petani Sumba Tengah, identifikasi lapangan terlebih dahulu lalu berkaryalah untuk keberhasilan FE. Tentunya Mentan SYL akan bangga ketika keberhasilan FE itu ada sumbangsih kalian, petani milenial asal Polbangtan Gowa. Pesan ini Syaifuddin katakan ketika membuka kegiatan Bimtek bagi Mahasiswa yang akan dikirim ke Sumba Tengah.

Menurut Mentan SYL, Food Estate adalah implementasi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyediakan ketersediaan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia.

Food Estate Sumba Tengah dibagi menjadi lima zona. Untuk Zona 1 berada di Desa Umbu Pabal, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Zona 2 di Desa Umbu Pabal Selatan, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat. Zona 3 di Desa Dasa Elu, Kecamatan Katikutana, Zona 4 di pusat pemerintahan Makatul, salah satunya Desa Makatakeri. Zona 5 di Desa Tanamodu, Kecamatan Katikutana Selatan.

Untuk itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi saat audiensi dengan Bupati Paulus SK Limu di Waibakul, ibukota Kabupaten Sumba Tengah pada Rabu (31/3) mengatakan “Pemerintah khususnya Kementan mendukung penuh pendampingan petani food estate Sumba Tengah, dengan meningkatkan kemampuan penyuluh dan mahasiswa untuk mengawal dan mendampingi petani,”.

0
  Related Posts
  • No related posts found.