Berita

Kerjasama Kementan dan Komisi IV di Sulbar, Suhardi Duka: Peningkatan SDM Petani adalah Mutlak

Posted by:

Bertempat di Kecamatan Tappalang Mamuju, Sulawesi Barat, Dr. Suhardi Duka menyambangi Petani Milenial dan penyuluh pertanian dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh angkatan I, II dan III yang dilaksanakan Politeknik Pembangunan Pertanian(Polbangtan) Gowa, Sabtu 17 April 2021.

Dalam sambutannya, Dr. Suhardi yang merupakan anggota Komisi IV DPR RI ini menyampaikan jika petani ingin bantu pemerintah meningkatkan ekspor tiga kalipat, kalian harus pintar, caranya ada dua yang pertama adalah melalui lembaga formal anak-anak kita sekolahkan di pertanian sehingga nantinya ada regenerasi petani yang terus bergelut dengan pertanian.
Kedua, mengikuti pelatihan melalui lembaga pelatihan. Meskipun saat ini pelatihannya belum bisa bicara banyak atau profesional, olehnya itu kami akan terus memberikan perhatian untuk pengembangan sektor pertanian khusunya di Mamuju ini,” ungkap Suhardi.

Selanjutnya akan melatih petani bawang, peternak ayam bahkan khusus petani coklat, untuk berbuat banyak dalam peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. Asalkan petani mau, kami pasti bantu. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, berbagai bantuan khususnya di sektor pertanian, digelontorkan melalui Komisi IV. Termasuk bimtek yang kita laksanakan ini,” jelas Suhardi.

Bimtek ini merupakan kegiatan yang kami gagas dengan Kementerian Pertanian yang tujuannya adalah peningkatan kapasitas petani dan penyuluh. Membangun kekuatan SDM pertanian adalah kebutuhan di semua daerah, termasuk di Mamuju, Sulbar.

Sebanyak 100 peserta ikut dalam kegiatan bimtek, terdiri dari petani milenial dan penyuluh pertanian. Kecamatan Tappalang dan Kecamatan Tappalang Barat menjadi sasaran pertama kegiatan ini.

Ketua DPRD Provinsi Sulbar, Bupati Mamuju, Kepala BPTP Sulbar, dan Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura dan Peternakan, juga hadir pada acara bimtek beserta 2 narasumber dengan materi budidaya bawang merah dan pertanian organik.

Intinya, tegas Suhardi Duka, peningkatan SDM petani adalah hal mutlak mesti dilakukan daerah. Tujuan utama dari peningkatan SDM ini, imbuhnya lagi, tentu membangun kekuatan petani untuk mendorong terciptanya peningkatan produksi pertanian.

Dr. Syaifuddin yang merupakan Direktur Polbangtan Gowa dalam laporannya juga berterima kasih dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan anggota Fraksi Nasdem DPR-RI ini atas perhatiannya selama ini untuk pengembangan pertanian, terkhusus lagi untuk kepentingan hidup masyarakat petani di Mamuju Sulbar.

Menurutnya, kegiatan ini mendapatkan anggaran dana dari Kementerian Pertanian melalui perjuangan para anggota dewan di Komisi IV. “Sejak saya bertugas dan berkecimpung di pertanian sejak 1992 sampai sekarang, baru kali ini ada kegiatan pelatihan yang melibatkan kerja sama komisi IV dengan Kementerian Pertanian,” aku Syaifuddin.

Ditambahkan, kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas penyuluh dan petani. Agar petani dapat menerapkan teknologi pertanian demi meningkatkan produksi pertanian di Mamuju.

Apa yang dilaksanakan oleh Polbangtan Gowa terkait Bimtek ini merupakan arahan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

SYL mengungkapkan bahwa saat ini Kementan memiliki konsentrasi jangka panjang dalam menumbuhkan minat anak muda pada sektor pertanian modern.
Apalagi, kata dia, sektor pertanian sedang memasuki era baru yang memiliki pendekatan online sistem dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Menurutnya, langkah intervensi pertanian baru harus dilakukan agar Indonesia benar-benar maju, mandiri dan berdaulat pangan.

“Di era sekarang, startup dan robot construction sudah menjadi bagian dari pertanian. Dengan begitu digital systeam menjadi pendekatan baru di sektor pertanian masa depan. Anak muda tidak perlu turun ke lumpur, cukup mainkan remot control sudah bisa tanam dan panen,” katanya.

Ke depan, Mentan optimis anak muda mampu menjadi para petani sukses dengan memanfaatkan fasilitas dan bantuan yang ada. Dengan begitu, petani akan terus termotivasi untuk melakukan sebuah ide baru dan inovasi kreatif.

“Kemampuan riset dan teknologi yang kita miliki, pasti modern dan pertanian bisa dilakukan dengan baik,” katanya.
Sebagai informasi, saat ini Kementan sudah menetapkan target pencetakan 2,5 juta petani muda untuk jangka waktu 5 tahun ke depan. Pencetakan ini dilakukan untuk merealisasikan program jangka panjang pemerintah. Upaya ini bahkan sudah dulakukan dengan melakukan kerjasama dengan Kementerian lain dan perguruan tinggi.

Kepala Badan Penyuluh Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi kembali menegaskan, petani muda milenial memiliki peran penting dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

“Kita juga sudah satu tahun mendorong, membangun dan menciptakan petani muda milenial. Petani muda milenial walaupun jumlahnya sedikit, tapi pengaruh dan dampaknya terhadap pembangunan pertanian luar biasa sangat signifikan,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, keberhasilan suatu bangsa dan negara ditentukan kebangkitan milenialnya. Begitu juga keberhasilan suatu pembangunan pertanian akan terwujud manakalah kaum milenialnya bangkit.

“Karena itu, kita sebagai insan pertanian, sebagai birokrat, sebagai pegawa negeri atau sebagai penyuluh harus senantiasa mendorong petani milenial. Insyallah tahun 2021, kita akan bangun terus Kostratani di seluruh pelosok Tanah Air,” ujar Dedi.

“Kita berdayakan penyuluhnya, kita berdayakan petaninya, Balai Penyuluh Pertanian, petani milenial, Kelompok Wanita Tani. Semua kita berdayakan. Kita sama-sama bangun sdm pertanian Indonesia agar bertul-betul profesional,mandiri dan berdaya saing,” tambahnya.

Dedi menyampaikan, hingga saat ini sdm pertanian memberikan kontribusi terhadap produktivitas, yaitu sebesar 50 persen. Inovasi teknologi sarana dan prasarana sebesar 25 persen. Sedangkan, peraturan perundang-undangan, dan kebijakan lokal wisdown sebesar 25 persen. (muz).

0
  Related Posts
  • No related posts found.