Berita

Mahasiswa Polbangtan Gowa Identifikasi Potensi Ternak di Lokasi Food Estate Sumba Tengah

Posted by:

Kementerian Pertanian menetapkan pengembangan kawasan food estate sebagai salah satu arah kebijakan pembangunan pertanian yang salah satunya terletak di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur.

Kehadiran generasi milenial yang memegang peran besar untuk menghadapi persaingan global khususnya dalam hal penyediaan pangan yang sangat krusial bagi kelangsungan hidup khalayak banyak, dan ketahanan negara.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan kualitas SDM adalah hal yang penting. “SDM pertanian di masa depan harus diisi dengan yang berkualitas.

Selanjutnya Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian berkomitmen akan memaksimalkan semua aspek agar pendampingan yang diberikan terhadap petani di Food Estate bisa berjalan maksimal, salah satunya lewat pembentukan Tim Pendampingan/Detasharing Food estate.

Polbangtan Gowa sebagai UPT Pendidikan di bawah Badan PPSDMP Kementerian Pertanian juga terlibat dalam kegiatan pendampingan food estate yang terletak di Kabupaten Sumba Tengah, NTT.

Pada kesempatan ini, mahasiswa Polbangtan Gowa yakni Muhammad Ardas Daruslam dan Abd. Rahman melakukan kunjungan ke anggota kelompok itik untuk mengidentifikasi ternak itik pada wilayah food estate NTT yang dilaksanakan di kawasan food estate, Desa Makata Keri, Kec. Katikutana, Kab. Sunba Tengah, Prov. Nusa Tenggara Timur pada Jumat 23 April 2021.

Identifikasi potensi ternak dilakukan guna mengetahui potensi ternak yang bisa dikembangkan dan dapat mensejahterakan masyarakat sekitar khususnya wilayah food estate. Pengembangan itik di kawasan Food Estate ini menjadi usaha sampingan dari bertani yang memberi kontribusi cukup besar bagi masyarakat. Dengan cara mengintegrasikan usaha, mulai dari hulu sampai hilir (pembibitan, budidaya, pasca panen dan pemasaran) sehingga terbentuk kawasan korporasi. Pengembangan itik di lokasi Food Estate sendiri bertujuan untuk meningkatkan populasi itik di lokasi lahan rawa (padi)”ujarnya.

Kami melakukan identifikasi wilayah dengan mewawancarai anggota kelompok ternak itik dikawasan food estate. Dengan cara mengintegrasikan usaha, mulai dari hulu sampai hilir (pembibitan, budidaya, pasca panen dan pemasaran) sehingga terbentuk kawasan korporasi. Pengembangan itik di lokasi Food Estate sendiri bertujuan untuk meningkatkan populasi itik di lokasi lahan rawa (padi). Selain, menyediakan sumber bahan pangan hewani, meningkatkan jumlah rumah tangga peternak dan mengembangkan sumber daya genetik itik lokal dan/atau persilangan”pungkasnya.

0
  Related Posts
  • No related posts found.