Berita

Mahasiswa Polbangtan Gowa Lakukan Pendampingan Petani Jagung di Food Estate Sumba Tengah

Posted by:

Pemupukan Dasar Jagung Hibrida Varietas Pioner 15 oleh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa di lahan food estate zona 5 bersama kelompok Tani Usaha Tani Bersama, Desa Tana Modu, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Senin 26 April 2021.

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama dengan Bupati Sumba Tengah berkomitmen lakukan percepatan tanam pada Kawasan Food Estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur.

Arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa peningkatan kualitas SDM adalah hal yang penting. “SDM pertanian di masa depan harus diisi dengan yang berkualitas.

Selanjutnya Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian berkomitmen akan memaksimalkan semua aspek agar pendampingan yang diberikan terhadap petani di Food Estate bisa berjalan maksimal, salah satunya lewat pembentukan Tim Pendampingan/Detasharing Food estate.

Kabupaten Sumba Tengah menjadi salah satu lokasi yang ditunjuk untuk menjadi Kawasan Food Estate di Indonesia. Selain bantuan benih, diberikan juga bantuan pupuk dan alsintan. Kebutuhan jagung untuk pangan, industri dan pakan terus meningkat seiring dengan peningkatan penduduk.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan perawatan serta memenuhi kebutuhan nutrisi dari tanaman jagung untuk peningkatan produktivitas. Maka dari itu, Polbangtan Gowa hadir dan turut andil dengan kegiatan pendampingan mahasiswa diwilayah food estate NTT.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Prof. Dedi Nursyamsi, meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani.

Pendampingan mahasiswa ini merupakan kegiatan mahasiswa untuk belajar praktis pada kelompok tani Usaha Bersama yang diharapkan menjadi sarana penerapan keterampilan dan keahlian mahasiswa serta meningkatkan produktivitas tanaman jagung khususnya diwilayah food estate.

Kami melakukan pendampingan bersama petani, salah satunya dengan membantu petani dalam pemupukan jagung hibrida dengan varietas benih “Pioner 15”. Pemupukan dasar dilakukan pada saat 12 hari setelah tanam dengan komposisi NPK Kujang perbandingan Nitrogen 15 %, Pospor 15% dan kalium 15%. Selanjutnya pemupukan kedua pada saat usia jagung 21 hari setelah tanam. Dan pemupukan ketiga setelah jagung berusia 30-40 hari. Pemupukan dilaksanakan dengan dosis 6,4 gram/ rumpun dengan jarak 3-5 cm dari pohonnya.

“Dengan adanya mahasiswa pendampingan dari Polbangtan Gowa, kami sebagai petani sangat berterimakasih atas kedatangan dan bantuan dari teman teman mahasiswa atas keikutsertaannya dalam pemupukan dilahan jagung kami” Ujar Bpk Umbuka Roka selaku anggota klp Tani Usaha Tani Bersama.

Terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa pendampingan Polbangtan Gowa, Posko 2 jurusan pertanian dan peternakan diantaranya Abd. Rahman, Muh. Ardas Daruslam, Hisbul Adillah, Muhammad Almuntaha, Muh. Rivaldi, Muh Fahmi Mannaroy, Alfiandi Rezki, Ainun Jariyah, Reskiyani S, dan Agrivina bersama dengan Bapak umbuka Roka dan Bapak Fery, selaku petani jagung yang merupakan anggota kelompok tani Usaha Tani Bersama dan didampingi oleh staf dari BPTP Kupang dan Dirjen Tanaman Pangan. (muz).

0
  Related Posts
  • No related posts found.