Berita

Pemprov Bangun Sinergitas dengan Lembaga Pendidikan di Sulawesi Selatan, Salah-satunya Polbangtan Gowa

Posted by:

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, merupakan perguruan tinggi vokasi kementan terus berupaya melakukan kolaborasi dengan instansi lain sebagai bagian dalam pengembangan SDM. Bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Direktur Polbangtan Gowa didampingi Kepala dan Sekertaris UPPM, menghadiri “Acara Penandatangan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS)” dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Senin, (21/09).

Penandatanganan ini, dalam rangka percepatan penyelenggaraan pendidikan dengan maksud membangun kerjasama dan sinergitas dengan lembaga pendidikan dalam lingkup Provinsi SulSel.

Kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi SulSel dengan lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL DIKTI), KOPERTAIS dan Perguruan tinggi Negeri Se-Sulawesi Selatan dan ditindak lanjuti dennen penanda tanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Prov SulSel dengan Universitas Perguruan Tinggi di SulSel. Dan menghadirkan 241 pejabat perguruan tinggi termasuk Kepala Lembaga, Koordinator Perguruan Tinggi, Rektor, Direktur dan Ketua Sekolah Tinggi.

Gubernur Prov SulSel, Prof. Dr. Ir. H.M Nurdin Abdullah, M.Agr, dalam sambutannya mengatakan sangat dibutuhkan kerjasama dalam hal pelayanan termasuk dikampus. Kalau kita jaga solidaritas, kita bangun kolaborasi dan sinergi yang baik, maka tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Termasuk pandemi Covid-19 ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menjaga solidaritas, membangun kolaborasi dan sinergi yang baik dengan pemerintah yang ada di kabupaten kota dalam menangani Covid-19.  Terima kasih kepada seluruh jajaran lembaga perguruan tinggi swasta dan negeri untuk mendukung program yang dilahirkan Pemerintah Sulawesi Selatan,” tutupnya.

Jayadi Nas dalam laporannya, mengatakan maksud dari kegiatan ini sebagai upaya bersama untuk memanfaatkan sumber daya yang ada didasarkan saling membantu, saling mendukung dan saling bekerjasama dalam Penyelenggaraan Perizinan Berbasis Online pada Sektor Penelitian dan Pengembangan, disamping itu sebagai upaya bersama untuk melakukan kegiatan kerjasama dalam pemenuhan pada aspek perizinan sebagai bentuk legalisasi dalam penyelenggaraan kegiatan akademik dan kemahasiswaan pada Sektor Penelitian dan Pengembangan.

Sedangkan tujuannya, untuk mengoptimalkan penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Berbasis Online pada di Provinsi Sulawesi Selatan melalui mekanisme pelayanan terpadu satu pintu dengan saling bersinergi dan terintegrasi, mendekatkan kegiatan pelayanan publik khususnya pelayanan perizinan pada Sektor Penelitian dan Pengembangan, serta memberikan kemudahan kepada mahasiwa/lembaga untuk mendapatkan izin penelitian dan izin pengambilan data,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.

Sejalan dengan maksud dan tujuan, maka kami melahirkan aplikasi yang namanya “Aplikasi Pengurusan Izin Penelitian Berbasis Online dengan nama New Normal Innovation Sistem Informasi Online Campus (NENI SI LINCA) untuk menjawab sekaligus memberikan solusi bagi pengguna,” pungkasnya.

Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin mengatakan perkembangan dan ketergantungan akan teknologi merupakan sesuatu yang sulit dihindari dan sangat sulit dipisahkan pada era serba digital. Hal ini berdampak pada sistem pendidikan terutama di pendidikan tinggi Indonesia. Perguruan tinggi di Indonesia mulai menerapkan sistem berbasis teknologi informasi dan komunikasi dalam lingkungan kampus. Didorong dari seluruh civitas akademik di perguruan tinggi yang mengharapkan kenyamanan sehingga pentingnya peranan teknologi berbasis IT.

Seperti yang diketahui, Kementerian Pertanian melalui Badan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) telah melaksanakan pendidikan vokasi di 6 Politeknik Pembangunan Pertanian dan 1 Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia serta 3 Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan. Sektor pertanian menjadi ujung tombak dalam ketahanan pangan, untuk itu diperlukan sdm yang berkualitas yang mampu terus menggerakkan dan mengembangkan pembangunan pertanian tidak terlepas juga pemanfaatan teknologi yang baik.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Bicara pendidikan kedepan perlu dilakukan perbaikan-perbaikan ke arah yang lebih baik. Teori yang selama ini mendominasi pendidikan  perlu diganti dengan praktek yang disinergikan dengan teori. Pendidikan vokasi mengajarkan keterampilan yang menyatukan intelektual sistem dengan manajemen praktis yang harus dilakukan. Tak hanya itu  Pendidikan vokasi juga menanamkan karakter yang didapatkan dari pengalaman dan pendekatan perilaku.

Dari empat jurus jitu yang ditekankan dalam pendidikan vokasi, termasuk didalamnya Milenial pertanian harus mampu bekerjasama dengan orang lain dan berkolaborasi untuk mensukseskan pembangunan pertanian,” ungkap Syahrul.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan pendidikan vokasi dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk menghasilkan Qualifies Job Seeker dan Job Creator.  Berbagai upaya dilakukan diantaranya meningkatkan sarana penunjang proses pembelajaran dan kerjasama dengen instansi pendidikan lain untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa. “Semoga dengan upaya Kementan bisa melahirkan generasi milenial yang dapat melanjutkan mingkat stafet pembangunan sektor pertanian,” katanya. (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.