Berita

Polbangtan Gowa Sosialisasikan Kostratani di Maros, Ini Tanggapan Ketua KTNA Kecamatan Bantimurung

Posted by:

Tonggak baru pembangunan pertanian ditegakkan dari tingkat kecamatan. Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) menjadi icon baru pembangunan pertanian yang diharapkan dapat berjalan secara terpadu, sinergi antar unsur pembangun pertanian secara komprehensif, melanjutkan upaya revitalisasi pertanian.

Sosialisasi Kostratani sebagai salah satu program utama Kementerian Pertanian dilaksanakan di BPP Bantimurung yang akan menjadi BPP Model binaan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menghadirkan unsur Dinas Pertanian, Pemerintah Kecamatan, Polsek, Danramil dan penyuluh pada Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. (22/07).

Direktur Polbangtan Gowa, Dr. Syaifuddin didampingi Wadir I Dr. Kartika Ekasari memimpin langsung kegiatan sosialisasi ini. Dalam sambutannya, Syaifuddin berkomitmen akan maksimal menjadikan BPP Bantimurung sebagai BPP Model Kostratani.

Hari ini dan kedepannya, seluruh komponan yang ada di Polbangtan Gowa akan kami gerakkan untuk ikut menjadikan BPP ini menjadi BPP model. Besok kami langsung mengadakan Pelatihan Teknologi Informasi di BPP ini. Kami juga sudah merancang berbagai konsep materi yang akan kami berikan kepada Penyuluh di BPP Bantimurung ini, ujar Syaifuddin.
Syamsul Jamal mengatakan bahwa apa yang dilakukan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada Program Kostratani sangat tepat membuat BPP sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian. Tentunya kita berharap ini akan membuat petani lebih sejahtera.

Walaupun tidak semua BPP dapat dijadikan model, tapi minimal BPP yang lain sudah berfungsi Kembali dan semua komponen yang terlibat di BPP sudah bergairah kembali, ujar Pengurus KTNA Kabupaten Maros ini.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menginginkan program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) diharapkan akan lebih cepat menggerakkan pembangunan pertanian pedesaan menuju pertanian maju, mandiri dan modern.
“Peran itu nantinya digerakkan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sebagai pusat pelaksanaan Kostratani dengan mengefektifkan penyuluhan dan meningkatkan keahlian para penyuluh pertanian,” ujarnya di Makassar beberapa waktu lalu.

Menurut SYL, Kostratani didesain agar bisa mengidentifikasi potensi komoditas unggulan lokal yang bisa mengungkit pendapatan dan kesejahteraan petani.
Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengharapkan Kostratani berperan menjadi pengungkit 7% produktifitas pertanian melalui BPP di tingkat kecamatan, selaku lokus pembangunan pertanian di tingkat kecamatan, tempat bernaungnya penyuluh bersama 16 fungsional di BPP.

Kementan khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berupaya meningkatkan peran Kostratani menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan pertanian, sehingga dapat mendukung petani meningkatkan produktifitas pertanian.”Kebijakan pusat pada gerakan pemberdayaan petani terpadu berbasis teknologi informasi diimplementasikan pada AOR Kostratani, sekaligus menarik minat generasi milenial yang akrab dengan IT, sehingga tertarik kembali ke sektor pertanian,” katanya.

0
  Related Posts
  • No related posts found.