Berita

30 Petani Milenial Gowa Siap “Beraksi” di Food Estate Sumba Tengah

Posted by:

Program food estate yang digagas pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, mendapat dukungan dari petani milenial. Hal ini diketahui setelah 30 petani milenial dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa bersiap melakukan aksinya yaitu pendampingan selama 3 bulan, Oktober-Desember di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini food estate menjadi salah satu program utama yang tengah digarap pemerintah di Kalimantan Tengah (Kalteng), Sumatera Utara (Sumut), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program tersebut merupakan upaya persiapan ketahanan pangan nasional dalam rangka merespons data Food and Agriculture Organization (FAO) terkait peringatan dini dampak buruk pandemi Covid-19 terhadap ketahanan pangan.

Mentan SYL menekankan, ketersediaan pangan memadai untuk seluruh rakyat Indonesia menjadi fokus utama Kementerian Pertanian (Kementan).

“Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional, yaitu menyediakan pangan untuk seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor,” ujarnya.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan food estate juga bertujuan meningkatkan produksi pertanian Indonesia

“Food estate di Kalimantan itu utamanya padi, Sumatera Utara fokus hortikultura sedangkan NTT atau Sumba Tengah adalah padi dan jagung. Tujuan inti food estate tetap ditujukan untuk menggenjot produksi,” kata Dedi Nursyamsi

Program food estate ini mendapat dukungan dari para mahasiswa Polbangtan Gowa yang akan melakukan pendampingan.

Rencananya, pendampingan akan dilakukan sekitar 30 mahasiswa yang akan terbagi 3 kelompok dan 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Katikutana Selatan, Kecamatan Katikutana, dan Kecematan Umbu Ratunggay.

Masing-masing kelompok akan melakukan pendampingan petani khususnya di wilayah Food estate.

Dan 30 org ini yang akan mengikuti pendampingan di Kabupaten Sumba Tengah ini merupakan hasil seleksi dari kriteria yang menguasai beberapa keterampilan teknis baik bidang pertanian maupun peternakan, mampu berkomunikasi dgn baik,aktif berorganisasi, & sehat secara fisik.

Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin, mengharapkan mahasiswa yang mengikuti pendampingan dapat berkontribusi dengan masyarakat dengan segala kondisi, budaya dan adat istiadat.

“Dampingi mereka dengan segala pengetahuan yang kalian miliki dan membantu petani Sumba Tengah, identifikasi lapangan terlebih dahulu lalu berkaryalah untuk keberhasilan FE. Tentunya Mentan SYL akan bangga ketika keberhasilan FE itu ada sumbangsih kalian,” ujarnya.

0
  Related Posts
  • No related posts found.