Terpilih Jadi Young Ambassador Petani Milenial Asal Maros Siap Lakukan Resonansi

Bagikan Info

GOWA – Gempita pengukuhan 15 Young Ambassador Program YESS 2022 yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) c.q Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) masih sangat terasa. Khususnya bagi 15 Young Ambassador yang telah berhasil lolos seleksi yang dilakukan secara ketat.

Adalah Akmal Kamaruddin, petani milenial asal kabupaten Maros yang telah berhasil membawa nama harum provinsi Sulawesi Selatan. Pemilik usaha Putra Saharu yang fokus pada ayam petelur ini telah terbukti dapat memotivasi para milenial untuk mengobarkan semangat membangun pertanian di kampungnya, bahkan nama Saharu sendiri adalah nama sebuah desa dimana ia tinggal dan beternak disana.

“Saya menggunakan nama usaha Saharu agar dapat mengenalkan nama desa dimana saya mendirikan usaha. Putra Saharu merupakan usaha ayam petelur yang terletak di Desa Saharu Kabupaten Maros. Usaha ini saya rintis sejak tahun 2015. Berawal dari bantuan hibah 1000 ekor ayam petelur dari Dinas Peternakan Maros. Saya terus berupaya mengembangkan usaha ini. Alhamdulillah di tahu 2018 jumlah ayam saya mencapai hingga 6000 ekor”, kenang Akmal.

Namun, akibat pandemic covid 19 yang melanda Indonesia tahun 2019, usahanya pernah merosot hingga tersisa 2500 ekor. Tapi dengan semangatnya ia tetap tegar dan melewati masa-masa sulit kala pandemic.
“Alhamdulillah dengan adanya bantuan Kredit Usaha Rakyat dari Pemerintah muncul lagi semangatku, dengan dana tersebut akan saya belikan lagi bibit 1000 hingga 1500 ekor” tutur Akmal.

Menurut Akmal Dana KUR Pemerintah sangat membantu menumbuhkan usahanya. Berbekal ilmu yang didapatkan dari berbagai pelatihan yang diselenggarakan Badan SDM Kementan, dari sisa dana KUR yang ia peroleh, rencananya ia akan belikan peralatan untuk menunjang penerapan konsep smart farming dan IoT di kandangnya.

“Saya akan membeli beberapa peralatan smart farming seperti pengatur suhu dan kelembaban yang dapat dikendalikan hanya melalui android”, katanya.

Saat ini Akmal telah sukses mewakili Provinsi Sulawesi Selatan sebagai young Ambassador Petani Milenial tahun 2022 dan terpikul dipundaknya meresonansi para pemuda milenial terjun dan berusaha menggeluti usaha pertanian. Ia pun bertekad untuk siap melakukan resonansi di provinsi Sulawesi Selatan khususnya dan di seluruh provinsi di Indonesia pada umumnya.

Seperti diketahui bersama, pemilihan young amassador merupakan salah satu upaya untuk mengangkat citra dan motivasi generasi milenial agar terjun langsung ke dalam sektor pertanian yang dapat meresonansi regenerasi petani Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi saat mengukuhkan 15 Young Ambassador di Bogor (11/06) mengatakan bahwa Young Ambassador yang telah terpilih wajib mempromosikan dunia pertanian kepada kaum muda milenial.

“Sebagai Young Ambassador, kalian wajib mempromosikan dunia pertanian untuk meningkatkan citra dan memotivasi kaum muda back to agriculture. Ingat pangan adalah kebutuhan pokok dan dibutuhkan manusia setiap hari. Kita membutuhkan petani dan wirausahawan pertanian dan 10 hingga 20 tahun ke depan, masa depan kita di tangan kalian”, pesan Dedi.

Lebih lanjut Dedi menegaskan sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian ke depan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor.

Hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo yang meyakini generasi milenial inovatif dan memiliki gagasan kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.

“Pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional. Regenerasi petani merupakan harga mati yang harus segera kita realisasikan bersama,” katanya.


Bagikan Info