Berita

60 Petani Milenial Sulsel Ikut Pelatihan dan Uji Kompetensi Kewirausahaan

Posted by:

Untuk mendukung penumbuhan petani milenial yang andal dan melahirkan wirausahawan milenial dari sektor pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) Pelatihan dan Uji Kompetensi Kewirausahaan.

Bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), Kementan juga akan menciptakan wirausaha milenial tangguh dan berkualitas melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menyatakan, petani milenial merupakan tulang punggung pertanian di masa depan. Jika petani milenial di suatu daerah bangkit, Mentan SYL memastikan sektor pertanian akan melejit setinggi langit.

“Usaha dan semangat jadi modal awal bagi petani agar naik derajatnya, makin produktif dan bermanfaat bagi sesama,” tegas dia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi menambahkan, kunci keberhasilan pertanian bukan saja terletak pada pupuk, benih, irigasi semata, tetapi juga pada SDM pertanian.

“Yang menentukan keberhasilan pembangunan pertanian adalah petani, termasuk di dalamnya petani milenial” ujar Dedi.

Mendukung program tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa, selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Sulawesi Selatan Program YESS, melaksanakan kegiatan pelatihan dan uji kompetensi pelaksanaan kewirausahaan bagi petani milenial di Hotel Santika, Makassar pada 22-26 November 2021.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan penerima manfaat progam YESS yang terdiri dari 60 peserta, kabupaten bone 13 orang, kabupaten maros 18 orang, kabupaten bantaeng 17 orang, dan kabupaten bulukumba 12 orang.

Dalam kegiatan ini peserta akan terlehih dahulu dijelaskan mengenai standar kompetensi nasional Indonesia atau SKKNI yang merupakan rumusan dari kemampuan kerja peserta yang mencakup aspek pengetahuan atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksaanan tugas maupun aktifitas peserta sebagai petani milenial.

Selain itu peserta akan dilatih untuk meriset pasar serta mengukur loyalitas pelanggan, dan materi proses membuat flyer interaktif.

Sebelum peserta diuji, peserta juga akan dibekali dengan penggunaan aplikasi SI APIK atau sistem informasi aplikasi pencatatan informasi keuangan kepada pelaku usaha mikro kecil menengah.

Ditemui disela-sela acara Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin mengatakan, program YESS hadir untuk mendukung regenerasi petani di Indonesia serta untuk melahirkan petani serta wirausaha pertanian milenial yang andal.

“Melalui pelatihan dan uji kompetensi pelaksanaan kewirausahaan bagi petani milenial ini bisa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap para petani milenial dalam mengelola usahanya,” tegas Syaifuddin.

Pada kesempatan yang sama, Rita Zahara, Direktur LSP, mengapresiasi hadirnya program YESS.

“Tidak semua orang mendapat kesempatan ini. Sudah saatnya generasi milenial memiliki orientasi bisnis, karena dalam peraturan dari kementerian tenaga kerja dan transmigrasi ini yang terbaru No. 8 tahun 2020 yakni para mahasiswa baik negeri maupun swasta harus berpikir dan mengubah mindsetnya untuk menjadi seorang pelaku usaha bukan memikiirkan mencari pekerjaan. Untuk mewujudkan itu semua, peserta harus mengikuti standar yang ada, skill, teori 20%, praktek 80 %. Bagaimana cara membuat legalitas, bagaimana melakukan bisnis plan. Kita harus fokus dalam melakukan kegiatan usaha tersebut,” papar Rita.

0
  Related Posts
  • No related posts found.