Antisipasi PMK, Kementan Turunkan Tim di Kecamatan Patimpeng Bone

Bagikan Info

BONE – Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengajak seluruh jajarannya di seluruh Indonesia berpartisipasi menanggulangi penyebaran wabah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini sedang mewabah di Indonesia.

Salah satu bentuk penanganan PMK yang disarankan Mentan adalah melalui pemberian obat dan vitamin kepada hewan yang terpapar PMK. Upaya lainnya adalah dengan melakukan desinfektan di kandang dan area pemeliharaan.

“Pemerintah langsung bergerak cepat dengan memberikan bantuan obat, antibiotik, dan vitamin. Meski angka kematian cukup rendah tidak membuat pemerintah menyepelekan PMK. Saya memerintahkan seluruh jajaran hingga tingkat daerah meningkatkan pengawasan”, ujar Syahrul.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, dalam penanganan PMK perlu juga dilakukan sosialisasi dan advokasi kepada masyarakat agar tidak panik dengan informasi yang simpang siur.

“Kewaspadaan dan disiplin kita semua memegang peranan penting dalam pencegahan penularan PMK ke tempat yang masih sehat. BPPSDMP akan memanfaatkan berbagai kegiatan transfer of knowledge dalam upaya penanggulangan PMK. Hal tersebut guna meningkatkan kompetensi pengendalian dan pemberantasan PMK sekaligus mengurangi penyebaran”, papar Dedi.

Dedi juga mengungkapkan bahwa seluruh komponen di bawah BPPSDMP wajib turun, terutama tenaga medik dan paramedik dalam menanggulangi wabah PMK.

Menindaklanjuti arahan Mentan, Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin menugaskan beberapa dosen, paramedik hingga mahasiswa untuk bergerak cepat berpartisipasi menanggulangi wabah PMK di Wilayah Sulawesi Selatan.

Pada (02/07) Tim yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa jurusan peternakan Polbangtan Gowa turun memberikan penyuluhan dan pemberian vitamin ke peternak di Wilayah Kecamatan Patimpeng Kab. Bone.

“Kegiatan penyuluhan dan pemberian vitamin hari ini bersama mahasiswa menjangkau sekitar 25 peternak yang berada di wilayah Desa Masago” Ujar Andi Triana salah satu Dosen yang mendampingi Mahasiswa.
Menurut Triana Penyuluhan oleh mahasiswa tersebut agar peternak selalu sigap dan memeriksa kondisi kesehatan fisik hewan ternaknya sekaligus diarahkan untuk senantiasa menjaga kebersihan kandang dan pakan, sehingga tidak mudah terpapar virus PMK.

Koordinator BPP Kecamatan Patimpeng Andi Elya yang turut mendampingi tim Polbangtan Gowa mengungkapkan bahwa kegiatan penyuluhan yang diadakan mahasiswa sangat membantu pemerintah Kabupaten Bone dalam upaya mitigasi penyebaran PMK khususnya di wilayah Kecamatan Patimpeng.
Polbangtan Gowa direncanakan akan terus turun ke lapangan memberikan penyuluhan maupun pemberian vitamin dan antibiotik dalam upaya penanganan maupun pencegahan penyebaran PMK di Wilayah Sulawesi Selatan.


Bagikan Info