Berita

Awali tahun 2020, Polbangtan Gowa berkomitmen siap lahirkan wirausahaan muda pertanian

Posted by:

Tren kewirausahaan yang meningkat harus dibarengi dengan tenaga pendamping bersertifikat. Program ini juga membuka pintu bagi para pengusaha untuk berperan sebagai pendamping yang menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru terutama di era digital ini.

Program pelatihan ini dirancang bagi peserta untuk menjadi pendamping kewirausahaan bagi mahasiswa Polbangtan Gowa. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari dan berjalan lancar,” ungkap Dr. Eka dalam sambutannya pada acara penutupan “Sertifikasi Kewirausahaan” bagi dosen, calon dosen, PLP dan calon PLP di Hotel Remcy Makassar. Rabu (1/01).

Penutupan secara resmi oleh Dr. Ir. Syaifuddin, MP selaku Direktur Polbangtan Gowa. Menurutnya, sebagai perguruan tinggi, dosen, calon dosen dan PLP merupakan pilar utama dalam pengembangan kewirausahaan. Dosen, Calon Dosen dan PLP sebagai entrepreneurship coaching harus memiliki dasar kompetensi di bidang pendamping kewirausahaan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang berlaku tentang kewirausahaan industri.

Pendamping haruslah mempunyai pengetahuan dan pemahaman kewirausahaan akan dapat membimbing mahasiswa dalam menginisiasi dan mengembangkan usahanya sehingga terjadi proses akselerasi pertumbuhan wirausaha baru. Hal ini bagian dari Perguruan Tinggi dalam membantu pemerintah pada program kewirausahaan serta membuka peluang usaha dan mengurangi pengangguran, selain itu ini juga termasuk dari program utama Menteri Pertanian dimana akan melahirkan banyak wirausahaan muda bidang pertanian” pungkas Dr. Syaifuddin.

Dr. Wier Ritonga selaku Direktur LSP Menbiska menyatakan bahwa peserta sangat aktif mengikuti jalannya proses sertifikasi, hal ini terbukti dengan bertahannya peserta sampai detik-detik pergantian tahun 2019 ke 2020. Semoga peserta nantinya menerima hasil yang memuaskan karena akan dilanjutkan ke BNSP sebagai penerbit sertifikat kompetensi. Peserta yang dinyatakan kompeten pada sertfikasi ini sebanyak 98 persen dari total peserta yang hadir sampai dengan proses tes wawancara untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang disajikan.

Barang bukti berupa hard copy aplikasi Si-Apik, Imooji dan Googleform merupakan salah satu item yang diperlihatkan peserta dihadapan asesor berikut pendalaman terhadap barang bukti tersebut,” ungkap Wier.

“Motivasi tinggi dan keaktifan yang diperlihatkan peserta kami beri apresiasi yang tinggi,” tutupnya (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.