Berita

Beri Penyuluhan Pembenihan ke Petani, Mahasiswa Polbangtan Gowa Tetap Terapkan Physical Distancing

Posted by:

Ditengah masa pandemi Covid-19 saat ini mahasiswa Polbangtan Gowa tetap aktif dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan. Hal ini merupakan bentuk dukungan Polbangtan Gowa terhadap program kementerian pertanian. Mengutip pernyataan dari kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi bahwa penyuluh tetap aktif dan produktif dalam proses budidaya lahan. “Para penyuluh tetap harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan masing-masing dan pemrosesannya berjalan dengan baik. Jangan sampai ada pangan yang tertahan,” Ujarnya.

Memasuki musim kemarau saat ini, para petani berupaya melakukan proses pembenihan. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh Yayan yang merupakan mahasiswa Jurusan Penyuluhan Pertanian untuk melakukan kegiatan penyuluhan. Bertempat di Desa Bontomanai, Kec. Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Yayan pun memberikan materi penyuluhan yaitu Cara Perendaman Biji Tomat Keriting Menggunakan Air Kelapa Muda.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 5 Mei 2020 ini juga merupakan bagian dari Pelaksanaan Tugas Akhir yang harus dilaksanakan di Kelompok tani. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada kelompok tani tentang Cara perendaman biji tomat keriting menggunakan air kelapa muda. Adapun peserta yang hadir adalah kelompok tani Kalumpang.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, sebelumnya mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa terhenti. Begitu juga kegiatan olah tanah dan olah tanam. Sehingga, proses pembibitan hingga panen oleh petani yang didampingi penyuluh harus tetap berlangsung meskipun ditengah pandemi Covid 19 ini.
Tanggapan Kelompok Tani terhadap penyuluhan yang dilaksanakan sangat baik ditandai dengan keingintahuan mereka terhadap materi yang bawakan karena materi ini memberikan informasi pengetahuan dan inovasi baru yang belum pernah mereka ketahui. Diharapkan dengan adanya materi ini kelompok tani mampu menerapkan dalam kegiatan pertanian selanjutnya karena sangat mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya yang sangat mahal dikarenakan bahannya terdapat dilingkungan mereka sehari hari. Dengan adanya materi ini kelompok tani mampu mengembangkan inovasi baru mengenai tomat keriting yang merupakan buah lokal dari indonesia.

Kegitan ini juga menjawab tantangan dari Menteri Pertanian yang berharap para petani, peneliti dan penyuluh mampu bekerja sama dalam mendiseminasi inovasi-inovasi pertanian terbaru. Dengan begitu, diharapkan tercipta kesadaran yang luas pada pentingnya aplikasi teknologi dan optimalisasi pertanian.
“Namun yang lebih penting adalah peneliti sebagai penghasil inovasi juga harus memastikan inovasi-inovasi tersebut mampu dipraktikkan petani di lapangan” ujar SYL

0
  Related Posts
  • No related posts found.