Berita

Bersama Anggota KWT, Mahasiswa Polbangtan Gowa Beri Solusi Pemanfaatan Pisang Kepok untuk Menambah Penghasilan

Posted by:

Selama menjalani masa PSBB yang hampir diberlakukan oleh seluruh pemerintah setempat termasuk kota Makassar dan Gowa, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa tetap aktif dalam melakukan kegiatan penyuluhan. Sesuai dengan arahan Kementerian Pertanian bahwa seluruh unit yang beradah di bawah naungannya senantiasa mengajak para petani dan penyuluh untuk tetap meningkatkan produktivitas pertanian selama masa pandemi Covid-19.

Menurut kepala BPPSDMP, Dedi Nusrsyamsi menjelaskan, dalam masa pandemi Covid-19 ini, petani dan penyuluh harus tetap semangat. Karena semangat adalah modal yang paling besar. “Penyuluh harus tetap berjuang untuk meningkatkan pertanian. Yang penting kita harus mengganti metodenya. Kita bisa terapkan penyuluhan seperti ini, khususnya buat petani yang melek teknologi,” tuturnya.

Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Polbangtan Gowa dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian yaitu memberikan penyuluhan terhadap masyarakat. Adalah Nabila Litusni Al-Aini yang merupakan mahasiswa tingkat akhir Polbangtan Gowa memberikan materi penyuluhan tentang Efektivitas Penambahan Tepung Pisang Kepok Terhadap Pembuatan Kue kering untuk meningkatkan pendapatan kelompok wanita tani. Kegiatan ini dilakukan pada Jumat, 8 Mei 2020 yang bertempat di Kompleks Bumi Permata Hijau Alauddin, Kec. Rappocini, Kota Makassar. Berhubung adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) maka penyuluhan dilakukan dengan metode pendekatan perorangan dengan mendatangi satu persatu rumah warga kompleks BPH untuk mencegah penyebaran Covid 19 dengan cara tidak membuat perkumpulan yang membuat keramaian.

Nabila menjelaskan tentang bagaimana pemanfaatan pisang kepok dalam meningkatkan pendapatan usaha tani, salah satunya adalah membuatnya kedalam bentuk terigu sebagai bahan dalam pembuatan kue kering. Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dalam Pelaksanaan Tugas Akhir yang harus dilaksanakan di Kelompok wanita tani atau Masyarakat setempat yang juga sekaligus mendukung program kementerian pertanian. Respons ibu rumah tangga kompleks BPH terhadap penyuluhan yang dilaksanakan sangat baik dan mereka cukup antusias karena materi ini dapat memberikan informasi pengetahuan dan inovasi baru. Seperti yang diketahui bahwa pisang kepok merupakan hasil tani yang berlimpah di Makassar, selain mudah didapatkan harganyapun cukup terjangkau sehingga pemanfaatannya dapat meningkatkan penghasilan dan tentunya membantu perekonomian masyarakat.

Seperti yang diungkapkan menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo, sektor pertanian adalah salah satu sektor penting yang memiliki kontribusi besar terhadap terbukanya lapangan pekerjaan. Lebih dari itu, sektor pertanian mampu mendorong masyarakat memiliki kehidupan layak dengan skala ekonomi yang terus meningkat.
“Pertanian itu bersolusi langsung pada rakyat. Bicara pertanian berarti kita bicara lapangan pekerjaan. Dari jagung saja bisa 42 jenis, belum lagi dari jenis lain. Makanya, kita harus menjadikan pertanian sebagai tempat kerja yang baik dan tempatnya orang-otang menjadi kaya raya,” katanya.
Dengan adanya inovasi yang dilakukan oleh Nabila ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada penggunaan tepung terigu dan mengurangi import tepung terigu dan dapat memberi daya tahan simpan pisang yang cukup panjang serta apabila dijadikan suatu usaha dalam skala industri rumah tangga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. (IKL)

0
  Related Posts
  • No related posts found.