Berita

Di Bone, Selain Padi, Mahasiswa Polbangtan Juga Aktif Mendampingi Petani Jagung

Posted by:

Pemenuhan swasembada pangan dipengaruhi oleh bebrapa faktor, misalnya kompetensi dan keterampilan petani, sarana dan prasarana kegiatan bertani meliputi bibit, pupuk, dan lain-lain. Selain itu hal yang berpengaruh adalah pendampingan yang bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung serta mampu memberikan konstribusi yang positif bagi petani.

Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa berbicara soal lapangan, bagaimana mempersiapkan bibit dan benih yang baik, budidaya yang tepat, manajemen air efektif dan efisien. Dengan itu semua, produktivitas akan meningkat.

Zahwa Azzahara, mahasiswa Polbangtan Gowa melakukan kegiatan pendampingan dengan membantu petani dalam pemberian pupuk pada tanaman jagung di Lahan petani Bapak Syarlin, yang terletak pada Dusun Lalebata, Desa Mattaropuli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone. (Rabu, 27/05).

Pupuk sebagai salah satu sarana produksi pertanian yang penting dalam meningkatkan hasil tanaman. Dalam upaya meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki sifat fisik tanah maka dianjurkan penambahan bahan organik pada tanah dengan cara pemupukan menggunakan pupuk organik yang dapat mengikat unsur hara yang mudah hilang dapat terjadi melalui pencucian (leaching) akibat terbawa run off (aliran permukaan), perkolasi dan menguap di udara.
Pendampingan tersebut dilatar belakangi oleh wabah Covid-19 yang mengakibatkan pemberlakuan Social Distancing sehingga kami para mahasiswa diarahkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok tani bersinergi dengan KOSTRATANI agar kebutuhan pangan tetap tersedia selama masa pandemi covid-19 “ujar Zahwa.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya pemerintah dalam menanggulangi Covid 19. “Tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian,” tegas SYL.

Sejalan dengan arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan di masa pandemi Covid19, petani adalah pejuang untuk melawan Covid-19. “Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi,” ujar Dedi.

Selain itu Zahwa menambahkan pendampingan ini terjadi sebagai pengembangan dan penerapan pengetahuan serta pengembangan keterampilan Mahasiswa itu sendiri untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama petani. Proses pemupukan dilakukan selama tiga kali yaitu pada saat penanaman benih jagung, minggu ketiga setelah penanaman dan minggu keenam setelah penanaman.

0
  Related Posts
  • No related posts found.