Berita

Di Bulukumba, Mahasiswa Polbangtan Gowa Aktif Beri Penyuluhan Tentang Pentingnya Prinsip Kesejahteraan Hewan

Posted by:

Melihat kondisi langsung di kandang masyarakat dilokasi PKL, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa yang tergabung dalam Praktik Kerja Lapangan (PKL) I, berinisiatif melakukan penyuluhan dikarenakan peternak tidak mengetahui kondisi ternaknya dan tidak mengetahui perlakuan yang sesuai pemeliharan yang baik yang membuat ternak tidak nyaman dalam pemeliharannya Seperti keadaan kandang, bentuk kandang yang sesuai dan perlakuannya. Kamis (26/03).

Bersama pemilik ternak Bapak Naufal Selaku ketua Kelompok Tani Parang Ma’roa, Desa Bajiminasa, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba dan beberapa anggota kelompoknya, menuju kandang tempat ternak tersebut dikandangkan. Keadaan yang kami lihat, adanya perlakuan mengenai tata cara pemeliharan ternak yang tidak sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan,” ungkap Hisbul mahasiswa Polbangtan Gowa.

Kesrawan adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia. Kesrawan adalah persoalan sosial yang cukup penting saat ini. Kesejahteraan hewan berkaitan erat dengan kesehatan hewan dan keamanan pangan (asal hewan) menjadi bidang baru yang menjadi prioritas rencana strategis Badan Kesehatan Hewan Dunia (Office International des Epizooties/ OIE) tahun 2001-2005, “Food Safety and Animal Welfare “ (semula OIE hanya bergerak dalam bidang kesehatan hewan).

Hal ini, berdasarkan Undang Undang No 18 tahun 2009 jo Undang-Undang No 41 tahun 2014 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, kesejahteraan hewan diartikan sebagai segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia. Kesejahteraan hewan memiliki 3 aspek penting yaitu science atau mengukur efek pada hewan dalam situasi dan lingkungan yang berbeda dari sudut pandang hewan, etika yaitu mengenai bagaimana sebaiknya manusia memperlakukan hewan, hukum yaitu mengenai bagaimana manusia harus memperlakukan hewan.

Mahasiswa Polbangtan Gowa yang terlibat yakni Taufiq Hidayat, Usrianto, Nurjusiah, Alfaridza Arianto, Firdah Aulia, Sri Erfiwandha. T, St. Nurfatiha, Nurwindasari, Hisbul Adillah H, dan Subhan Ilham. Mereka melakukan hal tersebut dengan tujuan memberikan pemahaman kepada peternak tentang pentingnya manusia menerapkan Prinsip Kesrawan sehingga bisa melindungi sumberdaya hewan dari perlakuan orang atau badan hukum yang dapat mengancam kesejahteraan dan kelestarian hewan pada yang pada hakekatnya untuk kesejahteraan manusia.

Beberapa prinsip kebebasan hewan yang perlu diterapkan (5 Freedom), diantaranya 1. Bebas dari rasa lapar dan haus, 2. Bebas dari rasa sakit, luka,penyakit dan kondisi tertekan, 3. Bebas dari penganiayaan dan penyalahgunaan, 4. Bebas untuk dapat melakukan perilaku alaminya, 5. Bebas dari perlakuan kasar dan pembunuhan, yang diterapkan pada kegiatan: penangkapan dan penanganan, penempatan dan pengandangan, pemeliharaan dan perawatan, pengangkutan, penggunaan dan pemanfaatan, perlakuan dan pengayoman yang wajar terhadap hewan, pemotongan atau pembunuhan dan praktik kedokteran perbandingan,
(http://bbptusapiperah.ditjenpkh.pertanian.go.id/). (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.