Berita

Di Masa Pandemi, Mahasiswa Polbangtan Gowa Tetap Dampingi Peternak

Posted by:

Kementerian Pertanian memberikan perhatian besar kepada pengembangan petani milenial dengan harapan dapat mempercepat regenerasi petani.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan pembangunan pertanian.

“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar SYL.

Dalam menghadapi merebaknya Covid-19, kementerian pertanian telah membuat 6 strategi pertanian. Salah satunya bahwa Semuan insan pertanian tetap bekerja dengan semangat tinggi dan tangguh, mewujudkan kemandirian pangan bangsa dan menjadikan petani kita sehat sejahtera dan semangat, agar tetap terus berproduksi.

Menindaklanjuti arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa semua unsur sumber daya manusia pertanian akan memaksimalkan peranan dalam membantu petani mengawal dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Termasuk kreativitas pemuda milenial sudah sangat mendesak untuk dilakukan.
“Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian. “Dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” lanjut Dedi.

Sejalan dengan itu, Haerani Syam yang merupakan mahasiswa Polbangtan Gowa tingkat 2 jurusan peternakan. Bersama peternak Bapak Mustakim dalam pemberian pakan Ayam broiler yang berada di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Kamis, (22/05).

Kegiatan pendampingan mahasiswa selama masa darurat pandemi Covid-19 merupakan kegiatan mahasiswa untuk belajar bekerja praktis bersama salah satunya peternak di Desa Belapunranga yang diharapkan dapat menjadi sarana penerapan keterampilan dan keahlian mahasiswa bekerja bersama peternak yang mengusahakan ayam broiler,” ungkap Haerani.

Kami melakukan pendampingan bersama peternak ayam broiler yang sudah berumur 28 Hari, dalam pemberian pakan Pellet dengen tujuan dapat membantu meningkatkan sifat fisik ransum dengan harapan tidak memberikan pengaruh yang buruk terhadap kualitas nutrisi ransum. Sifat fisik ransum yang baik diharapkan dapat memperbaiki efisiensi penggunaan ransum sehingga dapat menghasilkan nilai konversi yang rendah dan meningkatkan produktivitas ternak tanpa menimbulkan kelainan pada organ dalam ayam broiler.
Apa yang kami lakukan, tidak lain adalah membantu pemerintah khususnya kementerian pertanian untuk terus berproduksi sebagai hal utama yang tetap berjalan. Meskipun dalam keadaan merebaknya pandemi covid-19,” pungkas Haerani.

“Rakyat tidak boleh bermasalah dengan pangan, Semua harus kerja ekstra di masa corona. Kita memang takut corona, tapi don’t stop, maju terus! Pangan harus tersedia. “Tanggung jawab menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian,” tegas Mentan SYL. (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.