Berita

Di Sambas, Mahasiswa Polbangtan Gowa Bantu Petani Garap Lahan Menggunakan Alsintan

Posted by:

Peran alsintan dalam pengembangan pertanian saat ini merupakan hal penting menuju Pertanian Maju, Mandiri dan Modern. Teknologi mekanisasi harus mencakup dari hulu sampai hilir sehingga tidak hanya meningkatkan produksi, akan tetapi kesejahteraan petani.

Peran strategis mekanisasi pertanian melalui alsintan adalah proses menjadi lebih cepat. Dengan mekanisasi, kita dapat melaksanakan pengolahan lahan, panen, dan pascapanen dengan cepat.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berharap penerapan alsintan dapat memecahkan masalah kekurangan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam usahatani, baik saat secara on-farm, panen (harvesting) maupun pascapanen (off-farm), menekan ongkos produksi, menekan kehilangan hasil menuju efisiensi usahatani sehingga meningkatkan pendapatan petani. Berkenaan dengan efektivitas dan efisiensi alsintan ini, sangat perlu diperhatikan ketepatan alokasi alsintan sesuai kondisi lahan (the right machine on the right land).

Sejumlah alat dan mesin pertanian (Alsintan) bantuan dari pemerintah pusat pada Desember 2019 telah diserahkan kepada kelompok tani di Sambas. Alsintan yang diberikan berupa 28 unit handtraktor, 30 unit handsprayers dan 10 unit cultivator. Pemerintah berharap bantuan alsintan yang memadai akan mempengaruhi peningkatkan penghasilan.

Guna mendukung kegiatan pertanian pemerintah daerah khususnya di Desa Matang danau, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melakukan pengolahan lahan Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Kegiatan dilakukan dilahan Ketua Gapoktan Matang Danau bersama petani yang berada dilokasi tersebut. Sabtu (14/03).

Pagi hari sekitar pukul 09.00, mahasiswa Polbangtan Gowa, dalam hal ini Muh. Rasul Alamsyah, Mico Goni dan Asriandi M bergerak bersama menuju lokasi pemilik lahan ketua GAPOKTAN Matang Danau. Pengolahan lahan seperti penggemburan serta pembalikan struktur tanah agar tanah tersebut bisa menjadi gembur sehingga memudahkan dalam proses penanaman. Hal ini sangat perlu dilakukan sebelum penanaman untuk memudahkan perakaran tanaman agar dapat masuk ke dalam tanah, serta menyerap unsur hara yang terdapat dalam tanah tersebut,” ungkap Rasul disela kegiatan pengolahan lahan.

Sarbani selaku pemilik lahan dan sekaligus Ketua Gapoktan Matang danau, “sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa Polbangtan Gowa, setelah kegiatan pengolahan akan dilanjutkan dengan penanaman bersama anggota gapoktan. Kami bisa saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam menggunakan alsintan dalam mengolah lahan. Berharap kedepannya terus bisa terjalin kerjasama dengan mahasiswa Polbangtan Gowa,” tuturnya. (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.