Berita

Dihadapan Petani Jeneponto Mahasiswa Polbangtan Gowa Lakukan Penyuluhan “Penanganan Penyakit Blas serta Rekomendasi Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi Dan Jagung”

Posted by:

Penyakit BLAS pada tanaman padi disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea /P. Orizae. Pada awalnya penyakit ini merupakan salah satu kendala utama pada budi daya padi gogo tetapi akhir-akhir ini sudah menyebar di lahan sawah irigasi di daerah-daerah sentra produksi padi termasuk di Sulawesi Selatan.

Jamur P. grisea dapat menyerang semua fase pertumbuhan tanaman padi mulai dari pesemaian sampai menjelang panen. Pada fase pesemaian dan vegetative penyebab penyakit umumnya menyerang daun sehingga disebut BLAS daun. Pada fase tanaman tua (generative) umumnya menyerang leher malai, malai padi, bulir padi.

Penyakit blas yang menyerang stadia generatif umumnya disebut BLAS leher atau busuk leher, patah leher, tekek (Jawa Tengah), kecekik (Jawa Barat). Penyakit BLAS tidak hanya menyerang tanaman padi, tetapi dapat menyerang tanaman lain seperti gandum, sorgum dan spesies rumput-rumputan. Pada lingkungan yang kondusif, BLAS daun kadang-kadang dapat menyebabkan kematian. Serangan BLAS leher dapat menurunkan hasil secara langsung mencapai 70% karena leher malai busuk dan patah sehingga pengisian terganggu dan bulir padi menjadi hampa. Serangan pada BLAS leher dapat menyebabkan tanaman menjadi puso, seperti yang sering terjadi di daerah endemis termasuk sulawesi selatan. (http://cybex.pertanian.go.id/).

Langkah pengendalian penyakit blas bisa dilakukan dalam beberapa langkah yaitu; Persiapan Benih, Pola Tanam, Sistem Pengairan, Penyiangan Tanaman, Pemupukan Berimbang dan Penyemprotan bagi tanaman yang terserang.

Menyikapi masala ini, Mahasiswa Jurusan Pertanian Polbangtan Gowa, yakni Ummu Kalsum Hamzah, Nadia Putri Sri Tanjung, Selvina Rayani Sultan, Miftha Khuljannah Mustari, Nurilham khaidir, dan Muhammad Alfarlyzi. Disaksikan Ketua Kelompok Tani Je’ne Labba Cere, Syaiful selaku PPL Desa Lentu, Yuli Selaku Koordinator BPP Kec. Bontoramba dan beberapa Mahasiswa Jurusan Peternakan. Objek materi penyuluhan yakni Tanaman Padi dan Jagung Warga Setempat. Senin (23/03).

Penyuluhan mahasiswa Polbangtan Gowa dengan tema “Penanganan Penyakit Blas serta Rekomendasi Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi Dan Jagung”. Penyuluhan dilakukan Di Kelompok Tani Je’ne Labba Cere, Desa Lentu, Kec. Bontoramba. Kab. Jeneponto. Kegiatan dilaksanakan pukul 10.00, pagi hari. Mahasiswa Jurusan Pertanian Polbangtan Gowa, yakni Ummu Kalsum Hamzah, Nadia Putri Sri Tanjung, Selvina Rayani Sultan, Miftha Khuljannah Mustari, Nurilham khaidir, dan Muhammad Alfarlyzi. Saksinya, Ketua Kelompok Tani Je’ne Labba Cere, Bapak Syaiful selaku PPL desa Lentu, Ibu Yuli Selaku Koordinator BPP Kec. Bontoramba dan beberapa Mahasiswa Jurusan Perternakan Polbangtan Gowa. Objek materi penyuluhan yakni Tanaman Padi dan Jagung Warga Setempat.

Kegiatan diawali berdasarakan proses identifikasi wilayah. Kami menemukan banyak hamparan sawah yang terserang penyakit blast, juga kurang maksimalnya kualitas jagung di desa ini disebabkan pemupukan yang salah yang dilakukan oleh petani setempat, dan ini sesuai dengan laporan serta keluhan petani desa lentu mengenai penyakit yang menyerang hampir seluruh hamparan sawahnya, yang penyebabnya dikarenakan bakteri dan patogen penyakit ditandai adanya gejala visual seperti kerusakan fisik daun malai padi yang seperti terbakar, ini tentunya akan mengakibatkan fuso pada hamparan sawah tersebut jika tdk segera ditangani secara cepat dan menyeluruh. Tujuan dari Penyuluhan ini yakni mengenalkan petani mengenai penyakit blast yang menyerang tanaman padi pada lahan persawahan milik petani setempat, serta bagaimana gejalanya dan penanganannya. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi pemupukan berimbang pada tanaman padi dan jagung sebagai salah satu penanganan dari penyakit blast dan untuk meningkatkan kualitas serta produktifitas hasil produksi padi dan jagung petani setempat,” ungkap Ummu Kalsum.

Lanjutnya, Ummu mengatakan bahwa penyuluhan ini dilaksanakan berdasarkan Peninjauan Langsung dilapangan, Masalah utama pertanian di desa lentu adalah penyerangan penyakit blast pada tanaman padi dan penurunan kualitas hasil panen padi dan jagung di desa lentu, hal ini dapat terjadi dikarenakan rendahnya pengetahuan petani mengenai penanganan penyakit blast dan kekeliruan dalam pemberian pupuk pada tanaman padi dan jagung yang mereka budidayakan, oleh karena nya dilakukanlah penyuluhan ini dan hasilnya mendapatkan respon positif dan baik dari petani setempat, petani aktif bertanya mengenai masalah yang mereka dapatkan pada lahan pertanian mereka, sehingga kegiatan penyuluhan ini menjadi hidup. Menurut Bapak Saleh selaku salah satu anggota kelompok tani je’ne labba cere mengatakan ” Penyuluhan Seperti ini harus banyak dilakukan lagi dengan membawa materi bermanfaat lainnya bagi kami sehingga kami dapat menangani masalah yang ada pada lahan tani kami. (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.