Berita

Direktur Polbangtan Gowa Minta Mahasiswa Eksis di Kostratani, Jangan Berdiam Diri

Posted by:

Sejalan dengan perkembangan Petani Milenial, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaruan pembangunan pertanian.

Syahrul mengharapkan seluruh pusat pendidikan pertanian baik di polbangtan maupun di perguruan tinggi lainya mampu menghadirkan SDM petani milenial yang gigih dan memiliki rasa keingintahuan pada perkembangan ilmu pengetahuan. Generasi seperti itu, kata Syahrul, selalu dibutuhkan untuk menjaga persaingan global yang semakin sulit.

“Karena pendidikan vokasi harus menjadi jawaban di tengah pandemi covid-19. Terutama bagi anak muda yang diharapkan selalu terbiasa dengan digital. Apalagi pendidikan adalah sebuah proses dan tantangan baru yang harus kita hadapi,” ujar Mentan Syahrul di ruang Agriculture War Room (AWR) Kementan, pada Kamis (30/4/ 2020).

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa semua unsur sumber daya manusia pertanian akan memaksimalkan peranan dalam membantu petani mengawal dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat di tenagh pandemi Covid-19.
Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Dr. Ir. Syaifuddin, MP mengumpulkan mahasiswa Polbangtan Gowa yang saat ini menjalani proses Belajar dari Rumah (LFH) menggunakan aplikasi Cloud Meeting, Minggu (03/05).
Selain menyampaikan arahan Menteri Pertanian dan Kepala BPPSDMP, Dr. Syaifuddin juga melanjutkan materi yang pernah dibawakan oleh Prof. Dedi Nursyamsi pada acara Menyapa Penyuluh dan Petani beberapa waktu lalu. Materi tersebut berjudul Kompos Meningkatkan Produktifitas Pertanian.

Sebagai awal Dr. Syaifuddin menyampaikan bahwa defenisi kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran Bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab dan aerobik atau anaerobik.

Ada 3 fungsi dari penggunaan kompos, pertama memperbaiki sifat fisik tanah, memperbaiki sifat kimia tanah dan memperbaiki sifat biologi tanah. Kemudian manfaat kompos diantaranya, meningkatkan bahan organik dan hara tanah, meningkatkan aktivitas mikroba dan memperbaiki struktur tanah,” ungkapnya.

Selanjutnya, Syaifuddin berharap mahasiswa Polbangtan Gowa, bisa memanfaatkan kesempatan ini dalam membantu pemerintah pada peningkatan produksi dan ketersediaan pangan sehat bagi masyarakat, apalagi ditengah pandemi Covid-19.
Diakhir paparannya, Syaifuddin menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sangat membutuhkan peran generasi petani, terlebih petani milenial yang berada di Polbangtan Gowa. Saatnya membuktikan bahwa kalian mahasiswa tidak berdiam diri, tapi tetap semangat membantu pemerintah dengan program-program yang diluncurkan, seperti Kostratani.

Mahasiswa punya banyak waktu untuk belajar langsung bersama penyuluh dan petani dengan mengaktifkan diri pada kegiatan pertanian atau peternakan yang ada di BPP atau Kostratani wilayahnya masing-masing. Saatnya kalian terjun langsung di lapangan,” tegas Syaifudin. (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.