Berita

Dongkrak Produktivitas, Mahasiswa Polbangtan Turut Salurkan Alsintan di Sumba Tengah

Posted by:

Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa mengikuti kegiatan pendampingan Food Estate Umbu Jodu, Kecamatan Umbu Ratunggay Barat Kabupaten Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur.

Pada kesempatan itu, Polbangtan Gowa melakukan penyaluran alat mesin pertanian (alsintan) berupa hand traktor kepada kelompok tani guna untuk pengolahan sawah Food Estate.

Hal itu dilakukan untuk mendukung Kementerian Pertanian (Kementan) yang terus berupaya memaksimalkan semua lini agar pendampingan yang diberikan kepada petani di kawasan lumbung pangan dapat berjalan maksimal.

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa Polbangtan Gowa itu merupakan bagian dari kerja-kerja dalam Tim Pendamping/Detasering Pengembangan Kawasan Food Estate.

Kegiatan penyaluran alsintan berupa hand traktor ini merupakan bentuk persiapan pengolahan sawah yang akan digunakan oleh kelompok tani di Desa Umbu Jodu.

Pengolahan sawah sendiri bertujuan untuk mempersiapkan lahan penanaman padi sebelum melakukan penanaman. Sebanyak 5 hand traktor diberikan kepada kelompok tani di Desa Umbu Jodu dan akan menyusul 1 hand traktor lagi.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan semua lini agar pendampingan yang diberikan terhadap petani di Food Estate Kalimantan Tengah, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur bisa berjalan maksimal, salah satunya lewat pembentukan Tim Pendampingan/Detasharing Food estate.

“Petugas perlu disiapkan dan ditingkatkan kompetensinya, sehingga dapat optimal bekerja. Dengan kompetensi ini, para pendamping dapat memiliki kemampuan mendampingi dan mengawal para petani di Food Estate dalam melakukan budidaya, penggunaan alsintan dan penanganan panen serta pasca panen,” ungkap Mentan SYL.

Menurutnya, Tim Pendamping menjadi landasan utama dalam mengoptimalkan berbagai aktivitas Food Estate dari hulu ke hilir. Kehadiran pendamping bagi petani diharapkan membantu percepatan pengembangan Food Estate dan memperkuat eksistensi kelembagaan petani serta pengembangan bisnis dan korporasi petani.

“Di pertanian itu yang terpenting adalah bagaimana kemauan kita bekerja, kuncinya harus fokus dan paham secara jelas dan detil apa yang kita kerjakan, apa target kita, pahami medannya, pahami siapa orang-orang yang harus kita kenal di lapangan, dan tentu harus diikuti juga dengan disiplin dan kerjasama yang baik” papar Mentan SYL.

Dirinya menegaskan, program Food Estate harus sukses. Oleh karenanya, semua pihak harus mendukung penuh upaya pendampingan bagi para petani. Mentan SYL mengatakan, aspek pendampingan merupakan langkah yang sangat penting dalam mengakselerasi kegiatan pertanian di lokasi Food Estate.

“Ini langkah yang bagus. Jangan ada kata mundur ataupun berhenti. Kita harus fight. Saya dukung penuh pendampingan ini. Secara teknis semua unit kerja di Kementan harus ikut bekerja dan mendukung” terang Mentan SYL.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengungkapkan, ada sejumlah langkah yang akan dilakukan Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP untuk mendukung pendampingan petani di lokasi Food Estate.

Di antaranya dengan menggelar pembekalan umum bagi tim pendamping yang telah dibentuk oleh Kementerian Pertanian.

“Pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan etos kerja dalam pelaksanaan tugas pendampingan, meningkatkan pengetahuan teknis dari produksi hingga pascapanen dan pemasaran, meningkatkan wawasan peserta tentang inovasi teknologi, meningkatkan wawasan peserta dalam dalam penguatan kelembagaan ekonomi petani, dan meningkatkan kemampuan dalam melakukan pengawalan dan pendampingan program Food Estate” ungkap Dedi.

0
  Related Posts
  • No related posts found.