Dongkrak Regenerasi Petani, Polbangtan Kementan Gelar District Multi Stakeholder Forum di Maros

Bagikan Info

MAROS – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) terus mendukung regenerasi petani melalui program Pengembangan Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Muda di sektor pertanian.

Program regenerasi petani ini dijadikan proyek percontohan pengembangan generasi muda pedesaan melalui penyediaan fasilitas, bimbingan dan pelatihan untuk menjadi wirausahawan yang profesional di sektor pertanian.

“Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan dan jejaring pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi millennial bahwa pertanian itu keren dan hebat. Kita optimis ditangan generasi muda sektor pertanian akan lebih maju” jelas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) beberapa waktu lalu.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyampaikan untuk mencapai target dan kondisi ideal bagi pemenuhan kebutuhan pangan nasional, maka dituntut tersedianya SDM pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing, dan jiwa kewirausahaan.

“Untuk itu Kementan melalui BPPSDMP mengupayakan peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan serta didukung oleh program-program lainnya seperti program YESS ini,” ujar Dedi.

Kabupaten Maros merupakan salah satu dari empat lokasi sasaran program YESS di Sulawesi Selatan selain Bone, Bantaeng dan Bulukumba.

Provincial Project Implementation Unit (PPIU) program Yess Sulawesi Selatan menggelar District Multi Stakeholder Forum (DSMF) di ruang baruga A kantor bupati Kabupaten Maros (26/10).

Forum ini disebutkan sebagai ajang koordinasi multi-stakeholder di tingkat kabupaten, yang secara kolektif akan menyiapkan rencana program, promosi, dan evaluasi pencapaian pelaksanaan kegiatan.

Pada kegiatan DSMF tersebut dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari wakil Bappelitbangda, Organisasi perangkat daerah (OPD), Koordinator BPP, Perbankan, DIT, Mobilizer, Fasmud dan Tim PPIU Sulsel.

Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari sangat mengapresiasi pelaksanaan forum DSMF tersebut.

“Saya apresiasi dan support penyelenggaraan forum ini, karena dapat menjadi wasilah koordinasi antar pemangku kepentingan.Selain itu forum ini adalah dukungan nyata pengembangan ekonomi produktif untuk generasi muda. Target kami, melalui program yess di Maros mencetak 5.227 orang calon petani milenial. Selanjutnya mereka akan berwirausaha bidang pertanian dan dapat menciptakan pekerjaan di desa” ujar Suhartina Bohari.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin yang turut hadir pada forum ini mengungkapkan, bahwa semua stakeholder secara menyeluruh pada forum DMSF perlu bekerjasama dalam membangun perencanaan dan strategi yang baik demi mendukung pelaksanaan program.

“Kita perlu melibatkan stakeholder secara keseluruhan, karena program akan berjalan dengan baik melalui faktor penunjang berupa komitmen daerah, karena kunci keberhasilan Program YESS ini adalah sinergitas dan keberlanjutan, yang dibantu oleh pelaksana maupun tim yang terbentuk dalam District”, ucap Syaifuddin.

Pada sesi akhir forum, beberapa program yang akan ditindak lanjuti diantaranya; rencana fasilitasi penyuluh untuk menjadi instruktur, fasilitasi pelatihan bagi pemuda pedesaan, menyiapkan lokasi untuk demplot pelatihan bagi pemuda pedesaan, menyiapkan sarana dan prasarana untuk kegiatan pelatihan, magang dan study banding dan fasilitasi pelatihan serta permagangan bagi peserta penerima manfaat Program YESS.


Bagikan Info