Berita

Dr. Syaifuddin: Belajar Alsintan di Kampus, Praktik Langsung di Lapangan Bersama Petani

Posted by:

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berharap penerapan alsintan dapat memecahkan masalah kekurangan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam usahatani, baik saat secara on-farm, panen (harvesting) maupun pascapanen (off-farm), menekan ongkos produksi, menekan kehilangan hasil menuju efisiensi usahatani sehingga meningkatkan pendapatan petani. Berkenaan dengan efektivitas dan efisiensi alsintan ini, sangat perlu diperhatikan ketepatan alokasi alsintan sesuai kondisi lahan (the right machine on the right land).

Peran alsintan dalam pengembangan pertanian saat ini merupakan hal penting menuju Pertanian Maju, Mandiri dan Modern. Teknologi mekanisasi harus mencakup dari hulu sampai hilir sehingga tidak hanya meningkatkan produksi, akan tetapi kesejahteraan petani. Peran strategis mekanisasi pertanian melalui alsintan adalah proses menjadi lebih cepat. Dengan mekanisasi, kita dapat melaksanakan pengolahan lahan, panen, dan pascapanen dengan cepat.

Combine harvester adalah alat pemanen padi yang dapat memotong bulir tanaman yang berdiri, merontokkan dan membersihkan gabah sambil berjalan dilapangan. Dengan demikian waktu pemanen lebih singkat dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia (manual) serta tidak membutuhkan jumlah tenaga kerja manusia yang besar seperti pada pemanenan tradisional. Penggunaan alat ini memerlukan investasi yang besar dan tenaga terlatih yang dapat mengoprasikan alat ini ( Barokah, 2001).

Dalam upaya mendukung program kementerian pertanian, mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) I, melakukan proses pemanenan padi menggunakan mesin combine bersama petani yang berada di Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar. Minggu (15/03).

Pagi hari, tepatnya pukul 10.00, mahasiswa bersama anggota kelompok tani Biring Je’ne, dengen menggunakan Combine Harvester untuk memanen padi dilahan sawah. Beberapa mahasiswa Polbangtan Gowa terlibat langsung pada kegiatan ini, diantaranya; Amal Fauzan, Agung Wahyu, Muthmainnah Mansyur, Andi Besse Tenri Sumpala , Nurul Hikma Usman, disaksikan Pemilik Sawah, ketua Kelompok tani dan beberapa Mahasiswa Jurusan Peternakan.

Adanya inisiatif untuk melihat langsung proses pemanenan dan pengangkutan hasil panen, serta ikut serta dalam Proses pemanenan menggunakan mesin combine. Ini juga berdasarkn peninjauan langsung bersama ketua kelompok tani untuk melihat secara langsung proses panen padi. suasana di tempat lokasi ramai karena ada banyak anggota kelompok tani yang hadir,” ungkap Nurul salah satu mahasiswa Polbangtan Gowa.

Untuk wilayah PKL I Kabupaten Takalar ini, di bimbing oleh Dr. Ir. Syaifuddin, MP bersama Ir. H. Abd Azis H, MP. Selaku pembimbing, Syaifuddin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah setempat dengan berkenanya menerima mahasiswa kami untuk bisa belajar bersama masyarakat tani Takalar. Mereka telah kami bina dengan teori dan praktik dikampus, namun perlu juga mahasiswa mengetahui kenyataan langsung dilapangan terhadap kondisi dan situasi yang dihadapi petani. Berharap, mahasiswa Polbangtan Gowa bisa berkontribusi banyak dalam membantu program pertanian di Kabupaten Takalar,” ujarnya. (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.