Berita

Dukung Percepatan Tanam, Milenial Polbangtan Gowa Turun Langsung Bantu Petani Tanam Jagung

Posted by:

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melaksanakan Pendampingan Mahasiswa Pendidikan Tinggi Vokasi Lingkup Kementerian Pertanian. Melalui keputusan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa Nomor: 828/Kpts/SM.110.I.10/05/2020 yaitu dalam rangka mengimplementasikan ilmu yang dimiliki mahasiswa di bidang pertanian dan memecahkan permasalahan petani dalam kegiatan usaha tani dalam masa darurat pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

Pemberian surat Penugasan kepada Mahasiswa dalam melaksanakan Pendampingan ini selama masa darurat pandemi Corona Virus Disease (COVID-19). Salah satuya oleh mahasiswa Hikma Herfina di Lahan sawah Desa Panaikang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa dengan bapak Herdianto selaku ketua kelompok tani Maju Bersama yang mendampingi dan bapak/ibu anggota poktan. Jumat (15/05).

Pendampingan dilakukan di masa panen padi telah selesai dengan membantu petani menanam jagung dilahan sawah. Menerapkan rotasi tanam dengan pola yang diterapkan yaitu padi – jagung – padi. Penanaman jagung dilakukan setelah panen padi dengan memanfaatkan sisa air pengairan yang ada. Benih yang digunakan adalah benih bermutu/bersetifikat daya kecambah > 80 %. Varietas yang digunakan adalah varietas unggul benih pertiwi (Jagung manis Hibrida F1).
Kegiatan Pendampingan Mahasiswa dilakukan karena adanya Pandemi Corona Virus Disease ( COVID-19) sebagai kegiatan proses belajar bersama petani dan terjun langsung ke lapangan. Diharapkan agar Mahasiswa nantinya lebih terampil dalam dunia Pertanian selama masa Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

Kementerian Pertanian memprioritaskan kebutuhan bahan pokok sebagai pasokan masyarakat serta melindungi ekonomi di sektor pertanian agar tidak melemah selama proses pengendalian penyebaran Covid 19 di Indonesia yang dipesankan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi, mengatakan di masa pandemi Covid-19, petani merupakan pejuang untuk melawan virus Corona sektor pertanian justru menjadi pengaman dalam menghadapi wabah Covid-19.

Kami di berikan tugas untuk melakukan kegiatan pendampingan dengan kelompok tani yang berada di daerah masing-masing. Pada kegiatan ini saya melakukan pengamatan dan membantumelakukan penanaman jagungdilahan sawah dengan luas lahan 10 are. Pengolahan tanah dilakukan secara konvensional dengan menggunakan cangkul. Pengolahan tanah bertujuan menyuburkan tekstur dan struktur tanah, memberantas gulma. Dan saya juga menyarankan kepada petani agar tetap memakai masker” pungkasnya. (UNY)

0
  Related Posts
  • No related posts found.