Berita

Dukung Percepatan Tanam, Seluruh Mahasiswa Polbangtan Gowa Ikut Mengawal Poktan Sekitar Tempat Tinggal Mereka

Posted by:

Dalam rangka mendukung pencanangan Gerakan Percepatan Tanam yang diresmikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui video conference di Agriculture War Room (AWR) Kementan beberapa waktu lalu, Politenik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa kembali aktif melakukan pendampingan kepada beberapa kelompok tani.

Hampir seluruh mahasiswa ikut mengambil bagian dalam kegiatan ini. Masing-masing mahasiswa mengambil tempat di kampung halaman masing-masing.

Mereka adalah Muh Ardas Daruslam, Wira satriadani, Hisbul adillah, Shaisya Salsabila Sukra, Kiki Resky Ananda, Zulkifli M.Mubarak didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL) Setempat, POPT PHP Setempat dan anggota Kelompok Tani Sipatokkong, Desa Kabba, Kecamatan Minasa Te’ne, Kabupaten Pangkep. Rabu, (27/05).

Ardas, menjelaskan dikenal beberapa jenis tanam padi sistim jajar legowo, antara lain: legowo 2: 1, 3: 1, 4: 1, dan 5: 1. Berdasarkan hasil penelitian legowo yang direkomendasikan oleh Kementrian Pertanian adalah legowo 2: 1. Hal itu itu terjadi dikarenakan meningkatnya hasil produksi 7-15%, juga dikarenakan petani tidak menambahkan pupuk dibanding dengan sistem tanam yang lain, mempermudah pemupukan, penyiangan, pengamatan pun mudah dilakukan dan penyinaran matahari pagi merata ketanaman,
Mahasiswa yang dibimbing oleh Bapak P. Tandi Balla, SP., M.Si menjelaskan proses yang diawali dengan pengolahan lahan menggunakan Hand traktor dan dua kali dibajak, satu kali diratakan, selanjutnya dilakukan pencabutan bibit yang sdh berumur 15 hari atau yang sudah siap tanam kemudian dilakukan penanaman dengan jarak Tanam 20 cm, 10 cm kebelakang , dan lorong dengan 40 cm,” ujar Ardas.
Diharapkan sebagai mahasiswa-mahasiswi dapat mengukur dan mengasah pengetahuan kami dalam dunia pertanian dengan cara terjun langsung ke petani sebagai bentuk pembelajaran dan memberikan sedikit pengetahuan yang didapatkan di kampus Polbangtan Gowa, agar petani dapat tetap melakukan kegiatan budidaya untuk memenuhi kebutuhan pangan ditengah masa darurat pandemi Covid-19.

Gerakan Percepatan Tanam sendiri menurut Mentan SYL, merupakan upaya antisipasi terjadinya kekeringan dengan memanfaatkan potensi hujan yang masih ada seperti arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet terbatas.

Menurutnya, sektor pertanian sangat bergantung pada cuaca, bencana alam, hama, dan manajemen ketahanan pangan. Karena itu, antisipasi ini harus segera dilakukan oleh semua lingkup Kementan demi meminimalisir terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.
Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi juga mengatakan, “Dalam masa seperti ini, pertanian tidak boleh berhenti. Pertanian tidak boleh bermasalah. Petani dan penyuluh harus terus turun ke lapangan. Namun tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19 seperti selalu cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan pakai masker. Kenapa pertanian tidak boleh berhenti, karena sektor pertanian berkewajiban menyediakan bahan pangan,” tuturnya.

Diakui Dedi, tugas penyuluh dalam masa pandemi Covid-19 tidak mudah. Penyuluh bersama petani harus memastikan produksi pertanian tidak berhenti, bahkan Kostratani juga akan mendorong percepatan masa tanam sebagai mitigasi kekeringan.

Demi mendukung pemerintah, Polbangtan Gowa sendiri akan selalu aktif dalam melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan program kementerian pertanian dan BPPSDMP termasuk Kostratani ydengan melibatkan seluruh civitas akademik dan mahasiswa.

“Saat ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” jelas Dedi.

Mahasiswa Polbangtan adalah salah satu insan muda pertanian yang menjadi tumpuan harapan bangsa. Mereka adalah generasi milenial yang diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam pembangunan pertanian. Terlebih di tengah mewabahnya Covid-19. (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.