Berita

Evaluasi Program Regenerasi Petani, Kementan Dorong Kesetaraan Gender

Posted by:

Kementerian Pertanian (Kementan) terus berkomitmen untuk mencetak banyak petani milenial.

Bahkan Kementan menargetkan mencetak 2.5 juta petani milenial hingga 2024.

Untuk mendukung penumbuhan petani milenial yang andal dari sektor pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS), yang merupakan kerja sama Kementan dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) melaksanakan kegiatan Workshop Monitoring and Evaluation (Monev) dan Gender Equality Social Inclusion (GESI) di Hotel Aryaduta pada 12-13 November 2021.

Kegiatan ini sekaligus untuk monitoring dan mengevaluasi program regenerasi petani dan juga mendorong pengarusutamaan kesetaraan gender.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Kementan akan terus berupaya menghadirkan petani milenial yang berkapasitas maksimal, berintelektual, berketerampilan.

“Generasi milenial dengan ciri kreatif, inovatif, memiliki passion dan produktif. Maka, tidak salah rasanya kalau kita letakkan tanggung jawab pembangunan pertanian kepada mereka,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

Menurutnya, regenerasi petani harus dipercepat untuk menyediakan pangan bagi 273 juta orang.

“Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional yakni menyediakan pangan bagi seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, kegiatan ini dilaksanakan untuk membekali tim Monev dan mobilizer untuk pencapaian target program dalam Logical Framework, alur data Monev dalam MIS, serta substansi GESI dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan dalam menyusun materi serta strategi pelaksanaan Monev serta aspek GESI dalam setiap tahapan kegiatan YESS.

Hadir pada kesempatan itu 65 orang yang terdiri dari fasilitator, mobilizer dan pemangku stakeholder dari masing-masing 4 kabupaten wilayah YESS Provinsi Sulawesi Selatan dan 3 narasumber dari NPMU.

Program YESS telah menetapkan indikator enam indikator utama.

Pertama adalah target 32.500 kaum muda yang mendapatkan pekerjaan di sektor berbasis pertanian.

Kedua, sebanyak 33.800 petani muda atau pengusaha pedesaan yang didukung program YESS melaporkan keuntungan.

Ketiga, 50.600 perempuan dan laki-laki muda mendapatkan pekerjaan di perusahaan baru.

kelima tambahan 100.000 pemuda pedesaan menggunakan layanan keuangan, di mana 4.300 rumah tangga migran muda.

dan terakhir tambahan 120.000 pemuda akan menerima pendidikan keuangan di tingkat komunitas.

Dalam sambutannya, Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin Anwar mengucapkan terima kasih kerja keras panitia dan peserta atas bantuannya baik yang di kabupaten dan provinsi yang telah membantu dalam proposal hibah kompetitif ini.

Syaifuddin menambahkan, kegiatan Monev dimaksudkan untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan selama ini.

“Data yang tidak diolah, tidak ada manfaatnya tapi data yang diolah akan menghasilkan kebijakan. Jadi semua data harus diolah,” ungkapnya.

“Saya berharap peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk berdiskusi dengan pemateri. Untuk GESI, laki-laki dan perempuan bisa sama-sama menduduki sebuah jabatan,” tambahnya.

Hari pertama peserta workshop menerima materi Gender Awareness Campaign oleh narasumber GESI specialist dan capaian mobilizer dan fasmud 2021.

Dilanjutkan pada hari kedua yakni materi unlock full digital service 2022: YESS MIS dan monitoring and evaluation program YESS oleh MIS Specialist.

Terakhir rumusan dan rencana tindak lanjut oleh PPIU Sulsel.

Acara ini ditutup dengan peserta melakukan pengecekan data Monev-GESI yang terkendala kemudian mencari solusinya.

0
  Related Posts
  • No related posts found.