Berita

Jaga Produktifitas Lahan Petani, Mahasiswa Polbangtan Gowa Lakukan Pengamatan Dilapangan

Posted by:

Bagi mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Pengamatan hama merupakan kegiatan yang penting. Selain penguasaan teori, praktik lapangan juga penting.

Hasil pengamatan dapat memberikan informasi tentang keadaan lahannya, termasuk populasi hama dan musuh alami, dan intensitas serangan hama dan penyakit. Sampling dan pengamatan terhadap serangga (hama, musuh alami), penyakit, dan tikus merupakan komponen penting pada analisa ekosistem dilahan. Pola penarikan contoh dapat diakukan secara acak dan diagonal. Salah satu factor yang menentukan tingkat ketelitian dan ketepatan pengamatan adalah jumlah contoh (= n) yang diambil dalam setiap kesempatan pengamatan.

Hal penting dilakukan mengingat bahwa keputusan pengendalian hama tergantung pada jumlah pengetahuan tentang jumlah yang sebenarnya dari serangga (hama, musuh alami), intensitas penyakit, dan populasi tikus. Bagaimanapun, pengetahuan dan keterampilan tentang cara menghitung populasi dan kerusakan tanaman sangat penting untuk mengambil keputusan yang tepat bagi petani. Belajar menduga populasi dengan tepat harus dimulai dengan belajar bagaimana menghitung sample dengan benar.

Selanjutnya, hasil pengamatan harus dimasukan kedalam tabel agar terdapat keseragaman data dan memudahkan petani dalam mengambil keputusan. Berikut ini akan dipelajari pengambilan sampel atau contoh pengamatan di lahan sawah. Tujuan dari kegiatan ini adalah dapat melakukan kegiatan pengamatan untuk menghitung kepadatan populasi dan intensitas serangan hama dan penyakit.

Hal ini telah diajarkan melalui teori dan praktik dikampus. Hanya saja perlu juga dibuktikan langsung dilapangan dengan keadaan nyata. Olehnya itu, Polbangtan Gowa menerjunkan mahasiswanya didaerah-daerah pada kegiatan Praktik Kreta Lapangan (PKL) I.

Tepatnya di Desa Marayoka, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan. Mahasiswa PKL I diantaranya; Muh. Fahmi Mannaroy, Alfiandi Rezki, Nur Hilmi Febriani Hs, Salwa Nadiah. AR, dan Yeyen Tumina, bersama pemilik lahan Ketua Kelompok Tani Kelapa Muda Bapak Talli dan anggotanya, Didampingi langsung Oleh PHP Kec. Bangkala Bapak Hamzah serta Penyuluh Pertanian Lapangan Bapak Awalauddin SP. Senin (16/03).

Kegiatan pengamatan dilakukan pagi hari Pukul 11.25 Wita. Dikarenakan adanya lahan yang dimiliki petani di desa tersebut terserang oleh hama dan penyakit, yaitu pada tanaman padi. Serangan tersebut sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi, hasil panen dan pendapatan petani dalam rangka mensejahterakan kehidupan petani dan keluarganya.

Peristiwa tersebut terjadi, dikarenakan lahan sawah yang ditanami oleh petani mengalami penyerangan hama dan penyakit sehingga perlunya pengamatan terlebih dahulu, serangan hama apa yang menjangkit tanaman padi serta bagaimana pengendalian hama dan penyakit. Maka dari itu, kami terjun langsung melihat, mengamati dan mencari permasalahan yang terjadi pada kelompok tani tersebut, yakni gangguan spesies organisme pengganggu tananam yaitu hama ulat grayak, wereng dan penggerek batang. Untuk penyakit yakni bercak daun coklat dan busuk pelepah daun. Pemberian pupuk yang tidak berimbang serta cara pengendalian hama penyakit yang dianjurkan yaitu menanam padi serempak, menggunakan varietas tahan, pergiliran tanaman, penggunaan pupuk secara berimbang sesuai dengan takaran dan penggunaan pestisida yang tepat,” ujar Alfiandi.

Pengendalian hama terpadu adalah pengendalian hama yang dilakukan dengan menggunakan kekuatan unsur-unsur alami yang mampu mengendalikan hama agar tetap berada pada jumlah dibawah ambang batas yang merugikan. Komponen dari PHT adalah sebagai berikut; Penggunaan varietas unggul yang tahan hama dan penyakit, pengendalian hama, keseimbangan ekosistem dan pemanfaatan bahan dan musun alami, (Juanda & Cahyo, 2005). (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.