Berita

Kementan Terjunkan 30 Petani Milenial Dampingi Petani Sumba Tengah

Posted by:

Geliat regenerasi petani makin terlihat nyata. Kali ini, Kementerian Pertanian, melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, memberangkatkan 30 mahasiswa untuk melakukan pendampingan Food estate gelombang II di Sumba Tengah, Kamis. 7 Oktober 2021.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan akan memaksimalkan semua lini agar pendampingan yang diberikan terhadap petani di Food Estate Kalimantan Tengah, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur, agar bisa berjalan maksimal. Salah satunya lewat pembentukan Tim Pendampingan/Detasharing Food estate.

“Petugas perlu disiapkan dan ditingkatkan kompetensinya sehingga dapat optimal bekerja, dengan kompetensi ini, para pendamping dapat memiliki kemampuan mendampingi dan mengawal para petani di food estate dalam melakukan budidaya, penggunaan alsintan dan penanganan panen serta pasca panen,” tutur Mentan Syahrul.

Menurutnya, Tim Pendamping menjadi landasan utama dalam mengoptimalkan berbagai aktivitas food estate dari hulu ke hilir, kehadiran pendamping bagi petani diharapkan membantu percepatan pengembangan food estate dan memperkuat eksistensi kelembagaan petani serta pengembangan bisnis dan korporasi petani.

“Di pertanian itu yang terpenting adalah bagaimana kemauan kita bekerja, kuncinya harus fokus dan paham secara jelas dan detil apa yang kita kerjakan, apa target kita, pahami medannya, pahami siapa orang – orang yang harus kita kenal di lapangan, dan tentu harus diikuti juga dengan disiplin dan kerjasama yang baik,” papar Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengungkapkan ada sejumlah langkah yang akan dilakukan Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP untuk mendukung pendampingan petani di lokasi food estate.

Di antaranya dengan menggelar pembekalan umum bagi tim pendamping yang telah dibentuk oleh Kementerian Pertanian.

“Pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan etos kerja dalam pelaksanaan tugas pendampingan, Meningkatkan pengetahuan teknis dari produksi hingga pascapanen dan pemasaran, Meningkatkan wawasan peserta tentang inovasi teknologi, Meningkatkan wawasan peserta dalam dalam penguatan kelembagaan ekonomi petani, dan Meningkatkan kemampuan dalam melakukan pengawalan dan pendampingan Program Food Estate,” ungkap Dedi.

Terpisah, Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin, mengharapkan mahasiswa yang mengikuti pendampingan dapat berkontribusi dengan masyarakat dengan segala kondisi, budaya dan adat istiadat.

“Dampingi mereka dengan segala pengetahuan yang kalian miliki dan membantu petani Sumba Tengah, identifikasi lapangan terlebih dahulu lalu berkaryalah untuk keberhasilan FE. Tentunya kita akan bangga ketika keberhasilan FE itu ada sumbangsih kalian,” ujarnya.

Syaifuddin menegaskan, program food estate harus sukses, dan berjanji akan mendukung penuh upaya pendampingan bagi para petani.

0
  Related Posts
  • No related posts found.