Berita

Keren, Petani Milenial Asal Bantaeng Raup Rupiah dengan Ternak Puyuh

Posted by:

Meski Indonesia masih dilanda Pandemi Covid 19, Muhlis tidak surut semangat. Anak muda milenial ini terus mengembangkan usahanya di bidang pertanian pada subsektor peternakan, yakni ternak burung puyuh

Usahanya semakin terbantu dengan adanya bantuan dana hibah kompetitif dari Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) dari Kementerian Pertanian.

Muhlis sudah sejak tahun 2020 beternak puyuh di desanya, Desa Pattallasang, Dusun Kampung Parang, Kabupaten Bantaeng. Awalnya dia hanya berbekal modal sekitar Rp 3,5 juta, dengan populasi awal 200 ekor. Hal ini sebagai tahap awal untuk mengetahui respon pasar, potensi mitra dan kondisi lingkungan.

Meski memiliki kandang seluas 7,5 x 6,75 meter persegi, ia hanya memanfaatkan sekitar 3 x 2,5 meter persegi saja untuk beternak puyuh. Kini jumlah puyuhnya sudah mencapai sekitar 400 ekor.

“Kapasitas produksi per hari sekitar 4 rak dengan harga jual Rp 35 ribu per rak. Adapun omset per harinya sekitar Rp 140 ribu. Perbulan mencapai omset Rp 4.200.000, dengan laba atau keuntungan perbulan kurang lebih Rp 2 juta rupiah,” tutur Muhlis, Jum’at 08 Oktober 2021.

Seiring berkembangnya usaha ternak puyuh yang dilakukan, masyarakat Kabupaten Bantaeng dan sekitarnya juga meningkat dalam mengkonsumsi telur puyuh. Terbukti dengan banyaknya permintaan antara lain untuk menjadi bahan campuran bakso, bakso bakar, nugget telur puyuh.

“Prospek usaha tenak puyuh sangat menjanjikan khususnya bagi pemuda milenial di Kabupaten Bantaeng. Usaha ternak puyuh saat ini masih sangat terbatas, sehingga belum mampu memenuhi permintaan pasar lokal. Dengan
bantuan dana dari Program YESS, pasti akan membantu usaha yang kami kembangkan saat ini dalam memenuhi permintaan pasar,” ujar Muhlis.

Yang terpenting, menurut Muhlis, dalam menjalankan usaha budidaya puyuh petelur ini adalah pengetahuan terkait perlakuan, baik dari pakan, vaksinasi, pencegahan dan penanganan penyakit. Juga tidak boleh dilupakan adalah akses atau jalur distribusi pasar.

Untuk kotoran yang dihasilkan oleh puyuh petelur, oleh Muhlia dijadikan sebagai pupuk kompos atau didistribusikan ke tempat usaha yang bergerak pada pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk kompos.

0
  Related Posts
  • No related posts found.