Kolaborasi Dengan Komisi IV DPR RI , Polbangtan Kementan Adakan Bimtek Sasar Petani Milenial

Bagikan Info

BONE – Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki program utama penumbuhan dan cetak 2,5 juta petani milenial. Program utama tersebut kemudian diterjemahkan dengan berbagai kegiatan oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah BPPSDMP Kementan.

Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa sebagai salah satu UPT di bawah Badan SDM Kementan turut andil dalam mensukseskan program utama tersebut. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan Bimtek bagi para petani milenial di berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.

Baru-baru ini Polbangtan Gowa berkolaborasi dengan Anggota DPR RI Andi Akmal Pasluddin yang merupakan Anggota Komisi IV DPR RI fraksi PKS, mengadakan Bimtek bagi petani milenial yang berasal di Kabupaten Bone, pada Selasa 20 Juli 2022.

Lalu mengapa harus petani milenial? Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa Hadirnya petani milenial, diharapkan dapat menjadi penerus estafet pembangunan pertanian, “Pembangunan pertanian ke depan akan mengandalkan petani muda yang berjiwa inovator dan agrosocialpreneur yang mampu memberikan pembaharuan di sektor pertanian.” Kata SYL.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, juga berharap hadirnya petani milenial mampu meresonansi pemuda di sekitarnya untuk terjun ke dunia pertanian.

“Hadirnya petani serta pengusaha pertanian milenial diharapkan mampu menjadi resonansi, penggebuk tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri, dan modern,” ujar Dedi.

Dilaksanakan di Kantor Desa Salomekko, Bimtek tersebut dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang merupakan petani milenial dan penyuluh pertanian kabupaten Bone, ditambah tokoh masyarakat setempat.

Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin mengatakan bahwa “bimtek adalah upaya meningkatkan kapasitas bagi penyuluh dan transfer teknologi kepada petani. Peningkatan kapasitas ini sangatlah penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani”.

Dalam sambutan Andi Akmal Pasluddin mengatakan “Dunia ini tidak akan bertambah luasnya, lahan tidak akan bertambah malah akan berkurang, seperti sawah, ladang, hutan akan menyusut oleh karena itu kata kunci agar produksi tetap tinggi, berkualitas, adalah bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi terus diperbaharui”.

Akmal juga menambahkan, bahwa Bimtek ini mengajarkan kaum milenial untuk berbisnis di sektor pertanian, tidak hanya dari hulu ke hilir saja, melainkan bagaimana dengan cara pengemasannya juga.

Buhaerah, Dosen Polbangtan Gowa pada kesempatan ini membawakan salah satu materi mengenai Sistem Tanam Jajar Legowo.

“Sistem tanam jajar legowo ini memiliki banyak manfaat untuk lahan, salah satunya membantu agar lahan yang ditempati meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam”. Jelas Buhaerah.

Menurutnya Sistem tanam ini juga memanipulasi tata letak tanaman, sehingga rumpun tanaman sebagian besar menjadi tanaman pinggir. Hal tersebut membantu untuk meningkatkan produktivitas karena memiliki jarak longgar, sehingga memberikan sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih baik untuk pertanaman.

Pelatihan maupun Bimtek kepada para petani milenial akan terus digalakkan Polbangtan Gowa, mengingat program tersebut adalah merupakan salah satu program unggulan dari BPPSDMP Kementerian Pertanian.


Bagikan Info