Berita

Kreatif Olah Bahan Pangan, Masyarakat Minati Nugget Non MSG Buatan Laboratorium Polbangtan Gowa

Posted by:

Siapa yang tak kenal makanan olahan yang cocok untuk lauk dan camilan bernama nugget. Olahan berbahan baku daging ayam ini merupakan salah satu makanan yang sering dijumpai di berbagai tempat mulai mini market, pasar maupun di toko hingga warung. Rasanya yang gurih dan lezzat membuat hampir semua kalangan mulai dari anak–anak hingga orang dewasa menyukainya.

Tingginya minat masyarakat akan sajian nugget ayam hingga membuat peluang bisnis nugget ayam cukup menguntungkan. Hal ini yang dilirik oleh petugas di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian Kampus II Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kementan yang ada di Gowa, Kabupaten Bone dengan membuat Nugget ayam yang telah dipasarkan pada beberapa outlet sekitar Kampus II.

Petugas Lab, Andi Triana mengungkapkan Nugget yang dibuat tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga dari segi kesehatan lebih aman dikonsumsi dan menggunakan daging ayam segar yang baru dipotong. Daging ayam-nya pun berasal dari kendang closed house milik Polbangtan Gowa.

Selain Nugget kami juga punya beberapa produk seperti Ice cream dan Susu Kurma. Bahkan minggu ini kami membuat stok dalam jumlah banyak karena akan kami bawa ke Jogjakarta guna dipamerkan di Millenial Indonesian Agropreneurs (MIA) Expo yang Ke II dimana Kegiatan ini merupakan ajang memamerkan produk-produk petani milenial se-Indonesia, ujar Triana.

Di Laboratorium Pengolahan yang ada di Kampus II Polbangtan Gowa mempunyai peralatan yang cukup lengkap ujar Dr. Syaifuddin, Direktur Polbangtan Gowa. Apa yang kami punya dimanfaatkan dengan baik oleh petugas-petugas lab kami yang juga masih muda. Tentunya mereka kreatif dalam memanfaatkan apa yang disediakan oleh kampus.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pernah mengatakan bahwa generasi milenial harus menjadi bagian dari pembangunan pertanian,

“Semangat muda yang dimiliki kaum milenial harus menjadi dorongan postitif bagi pembangunan pertanian Indonesia, terutama dalam peningkatan ekspor pertanian yang akan memengaruhi perekonomian negara,” ungkap SYL.

Lebih lanjut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPPSDMP) Dedi Nusyamsi mengatakan bahwa tongkat estafet pembangunan pertanian ada di pundak generasi milenial. “Generasi milenial memiliki ciri berpikir strategis, inspiratif, inovatif, energik, antusias, dan fasih mengadopsi teknologi digital dalam beragam aspek bisnis sehingga mampu menjadi pembawa pembaruan dalam pembangunan pertanian,” ujarnya.

Pada kesempatan berbeda Syaifuddin selaku Direktur Polbangtan Gowa menambahkan kekayaaan sumber daya alam di Indonesia membuka peluang bisnis pertanian yang luas untuk digarap kaum milenial.

“Di Polbangtan kami buka mata dan hati generasi muda dalam hal ini mahasiswa bahwa potensi serta peluang yang diberikan oleh sektor pertanian sangat besar. Setelah itu kami didik dan latih mereka agar menjadi generasi milenial yang inovatif, kreatif yang mampu mengisi pembangunan pertanian dengan hal-hal positif yang membanggakan”, ungkap Syaifuddin.

0
  Related Posts
  • No related posts found.