Berita

Lahan Terserang Hama, Mahasiswa Polbangtan Gowa Lakukan Penyuluhan Ke Petani

Posted by:

Sejak mengenal cara bercocok tanam, manusia telah menyadari bahwa tanamannya sering mengalami gangguan alami yang bersifat menghambat, merusak, menghancurkan, atau menyebabkan kegagalan panen. Bahkan di beberapa tempat, seseorang mungkin sama sekali tidak dapat melakukan budidaya tanaman tertentu karena adanya gangguan yang bersifat sangat ekstrim.

Hama dan penyakit merupakan cekaman biotis yang dapat mengurangi hasil dan bahkan dapat menyebabkan gagal panen. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil panen yang optimum dalam budidaya padi, perlu dilakukan usaha pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan pendekatan pengendalian yang memperhitungkan faktor pengendalian ekologi sehingga pengendalian dilakukan agar tidak terlalu mengganggu keseimbangan alami dan tidak menimbukan kerugian besar.

Menyikapi masalah ini, Mahasiswa Polbangtan Gowa, yakni Taufiq Hidayat, Usrianto, Nurjusiah, Alfaridza Arianto, Firdah Aulia, Sri Erfiwandha. T, St. Nurfatiha, Nurwindasari, Hisbul Adillah, dan Subhan Ilham. Disaksikan pemilik sawah, Pak Akmal selaku ketua Kelompok Tani Campaga, dan beberapa anggota kelompok tani. Melakukan kegiatan penyuluhan tentang “Penanganan Penyakit Blast” di Poktan Campaga, Desa Bonto Bangun, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. Senin (16/03).

Kegiatan diawali berdasarakan proses identifikasi wilayah. Kami menemukan adanya hamparan sawah yang terserang penyakit blast,” ungkap Alfaridza. Berdasarkan peninjauan langsung, hal tersebut dapat dikarenkan kondisi tanah pada sawah tersebut kelebihan pupuk Nitrogen, dan pola tanam yang tidak teratur. Hal ini juga diperkuat dengan adanya laporan mengenai keluhan petani terhadap sawahnya yang terserang penyakit blas yang menyerang hampir seluruh tanaman padi, penyebabnya dikarenakan oleh jamur pyricalaria grisae, jamur ini menginfeksi bagian daun dan menimbulkan gejala bercak coklat berbentuk belah ketupat dan memanjang searah dengan urat daun.

Penyakit blas yang menyerang stadia generatif umumnya disebut BLAS leher atau busuk leher, patah leher, tekek (Jawa Tengah), kecekik (Jawa Barat). Penyakit BLAS tidak hanya menyerang tanaman padi, tetapi dapat menyerang tanaman lain seperti gandum, sorgum dan spesies rumput-rumputan. Pada lingkungan yang kondusif, BLAS daun kadang-kadang dapat menyebabkan kematian. Serangan BLAS leher dapat menurunkan hasil secara langsung mencapai 70% karena leher malai busuk dan patah sehingga pengisian terganggu dan bulir padi menjadi hampa. Serangan pada BLAS leher dapat menyebabkan tanaman menjadi puso, seperti yang sering terjadi di daerah endemis termasuk sulawesi selatan.

Setelah pengamatan, kami kemudian melanjutkan dengan pemaparan materi penanganan dari penyakit blast dalam upaya meningkatkan kualitas serta produktifitas hasil produksi padi petani setempat. Langkah pengendalian penyakit blas bisa dilakukan dalam beberapa langkah yaitu; Persiapan Benih, Pola Tanam, Sistem Pengairan, Penyiangan Tanaman, Pemupukan Berimbang dan Penyemprotan bagi tanaman yang terserang ujar Alfaridza..

Menurut Bapak Akmal selaku pemilik lahana mengatakan ” Berharap Penyuluhan Seperti ini terus dilakukan lagi dengan membawa materi bermanfaat lainnya bagi kami sehingga kami dapat menangani masalah yang ada pada lahan tani kami. (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.