Berita

Mahasiswa Harus Berguna Di Level Desa, Milenial Polbangtan Gowa Paparkan Hasil Penelitian Ke Petani

Posted by:

Penyuluhan merupakan bentuk komunikasi yang efektif dalam memberikan informasi peternakan khususnya bagi warga desa. Tidak hanya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tetapi dapat bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas ternak. Proses ini, penyuluh bertindak sebagai komunikator (pemberi pesan), sedangkan peternak merupakan komunikan (penerima pesan).

Dalam rangka penyelesaian tugas akhir mahasiswa Polbangtan Gowa memberikan penyuluhan kepada beberapa kelompok tani. Andi Aso Panguriseng, mahasiswa Polbangtan Gowa melakukan kegiatan penyuluhan sebagai pelaksanaan tugas akhir terhadap Kelompok Tani lagero di Desa Mattaropuli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone (4/4) dengan materi penyuluhan Pemanfaatan Ekstak Daun Kirinyuh Sebagai Salep Untuk Penyembuhan Luka Sayat Pada Ayam Broiler.

Sebelumnya telah dijelaskan oleh kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi bahwa hasil riset pasti akan menjadi bagian yang harus diimplementasikan atau dicoba seluruh jajaran Kementan agar riset dan teknologi menjadi energi dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan pertanian.

“Oleh karena itu, para peneliti akan menggunakan seluruh kekuatan untuk menemukan hasil riset baru, varietas baru dan cara bertani baru yang bisa lebih efektif dan efisien bahkan mampu menopang kebutuhan pangan industri yang bergerak di bidang pertanian. Ini sangat penting dan tentu akan memberikan kontribusi kuat untuk hadirnya petani menghasilkan pangan berkualitas. Indonesia ini bisa hebat kalau risetnya bagus,” ujarnya.
Dalam penyuluhan kali ini, Andi Aso memaparkan hasil inovasinya terkait Pemanfaatan Ekstak Daun Kirinyuh Sebagai Salep Untuk Penyembuhan Luka Sayat Pada Ayam Broiler. Hal ini merupakan sinergitas dari program pemerintah dalam menjawab tantangan riset pengelolaan hasil tani.
Tanaman kirinyuh (Eupatorium odoratum) yang merupakan tanaman liar dan mudah ditemui disekitar kita. Secara tradisional daun kirinyuh digunakan sebagai obat dan daunnya mengandung beberapa senyawa utama seperti tannin, fenol, flavonoid, saponin dan steroid.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada para kelompok tani bahwa kegunaan lain daun kirinyuh atau bahasa bugisnya yaitu lahuna bisa di buat salep lalu di gunakan pada ternak ayam yg terkena luka sayatan.” ujar Andi Aso.

Dengan adanya penyuluhan ini diharapkan peternak dapat memanfaatkan daun kirinyuh sebagai salep pada luka sayat ayam broiler.

Selanjutnya Aso menegaskan bahwa respons kelompok tani terhadap penyuluhan yang dilaksanakan sangat baik dan mereka cukup antusias karena materi ini dapat memberikan informasi pengetahuan dan inovasi baru. Sehingga apabila inovasi ini diterapkan untuk dijadikan suatu usaha dalam kegiatan kelompok tani diharapkan dapat meningkatkan pendapatan kelompok tani kedepannya.
Ini telah diamanahkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, yang berpesan bahwa para mahasiswa pertanian dapat berguna hingga sampai di level desa. Selain itu, mahasiswa juga harus diajak menjadi bibit petani milenial dengan membangun pertanian menggunakan teknologi yang makin hari makin canggih, sehingga ilmu yang didapatkan dari kampus bisa dipraktekan di lapangan, ujar Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.

0
  Related Posts
  • No related posts found.