Berita

Mahasiswa Kampus II Polbangtan Gowa di Kabupaten Bone Aktif Membuat Pupuk Bokashi

Posted by:

Banyak dari masyarakat tidak mengetahui mengenai fertilizing yang berasal dari kata fertilizer yang berarti pupuk jadi. Fertilizing berarti memberikan pupuk pada tanah atau pemupukan. Kecenderungan petani saat ini banyak menggunakan pupuk an-organik pada lahannya disamping karena kepraktisannya.

Namun penggunaan pupuk an-organik dengan dosis yang berlebihan secara kontinyu dalam waktu yang lama dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta dapat menyebabkan produktivitas lahan menurun.

“Peningkatan produktivitas dan mutu hasil pertanian melalui pemupukan diupayakan dengan penerapan Pemupukan Berimbang. Disamping itu penggunaan pupuk organik sangat dianjurkan khususnya bagi daerah-daerah yang telah menggunakan pupuk anorganik secara terus menerus dalam waktu yang lama.

Dalam upaya upaya meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki sifat fisik tanah maka dianjurkan penambahan bahan organik pada tanah dengan cara pemupukan menggunakan pupuk organik yang dapat mengikat unsur hara yang mudah hilang dapat terjadi melalui pencucian (leaching) akibat terbawa run off (aliran permukaan), perkolasi dan menguap di udara.

Hal ini juga diperkuat oleh Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 505/Kpts/SR.130/12/2005 “menimbang: bahwa peranan pupuk sangat penting dalam peningkatan produktivitas dan produksi komoditas pertanian dalam rangka mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional” dan menetapkan pada pasal 1 poin 1: “Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan dan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah”.

Pupuk Bokashi dan POC merupakan salah satu contoh dari pupuk organik. Bokashi merupakan kependekan dari Bahan Organik Kaya Sumber Hayati yang berarti pupuk organik yang dihasilkan dari fermentasi bahan-bahan organik seperti sekam, serbuk gergaji, jerami, kotoran hewan tau pupuk kandang, dan bahan organik lainnya dengan memanfaatkan bantuan mikroorganisme dekomposer (pengurai) seperti mikroba atau jamur. Menurut Lingga dan Marsono (2003) pupuk organik cair adalah larutan hasil dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur.

Pada umumnya pupuk cair organik tidak merusak tanah dan tanaman meskipun digunakan sesering mungkin. Selain itu, pupuk cair juga dapat dimanfaatkan sebagai aktivator untuk membuat kompos.

Politeknik Pembangunan Pertanian(Polbangtan) Gowa Kampus II Bone yang lokasinya berada di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponce, Kabupaten Bone mempunyai prospek yang cukup baik dalam memperkaya alternatif pengadaan pupuk kandang seperti urin sapi, feses sapi, kotoran kambing, dan alas kandang ayam (sekam) broiler dan petelur. Senin (23/03).

Agar dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki tanah dan meningkatkan kesuburan tanah dan penyerapan unsur hara bagi tanah dan tanaman maka mahasiswa Tk. I Jurusan Peternakan melakukan kegiatan pembuatan pupuk bokashi menggunakan arang sekam, dan pupuk organik cair (POC). Aditya Tri P.A., A. Nurman Syah, Claudius Lisu A., Ainunnisa Putri Amna, Andi Astriana, Andi Fathana A.Q., Bella Febriani, Nur Aqifah R., Salsabila Taufiq, Zuhdiyah Aliyah R., dan Nurul Maghfira S dapat berkesempatan belajar bersama dengan Ibu Wahyuni Mustaman selaku staf Kampus II Bone.

Bahan
Pupuk bokashi (arang sekam + feses sapi), arang sekam (alas kandang ayam), dan pupuk organik cair (POC) (urin sapi + feses sapi) difermentasi selama 2 minggu untuk bokashi dan 10 hari untuk POC dengan menggunakan bantuan Effektive Mikroorganisme-4 (EM-4) setelah itu pupuk siap di aplikasikan ke tanaman.

Diharapkan kegiatan bersama mahasiswa ini bisa meningkatkam produksi dan produktivitas pertanian. Sehingga salah satu program unggulan Kementan yakni Gerakan Tiga Kali Ekspor (GRATIEKS) bisa terwujud.

Selain itu, mahasiswa melakukan kegiatan pembagian pupuk bagi masyarakat sekitar. (UNI).

a

0
  Related Posts
  • No related posts found.