Berita

Mahasiswa Polbangtan Gowa dan Penyuluh Sumba Tengah Lakukan Identifikasi dan Penanganan Hama di Lokasi Food Estate

Posted by:

Kehadiran generasi milenial yang memegang peran besar untuk menghadapi persaingan global khususnya dalam hal penyediaan pangan yang sangat krusial bagi kelangsungan hidup khalayak banyak, dan ketahanan negara.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan kualitas SDM adalah hal yang penting. “SDM pertanian di masa depan harus diisi dengan yang berkualitas.

Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian berkomitmen akan memaksimalkan semua aspek agar pendampingan yang diberikan terhadap petani di Food Estate bisa berjalan maksimal, salah satunya lewat pembentukan Tim Pendampingan/Detasharing Food estate.

Mahasiswa Polbangtan Gowa khususnya Posko 2 yakni Abd. Rahman, Muh. Ardas Daruslam, Hisbul Adillah, Muhammad Almuntaha, Muh. Rivaldi, Muh Fahmi Mannaroy, Alfiandi Rezki, Ainun Jariyah, Reskiyani S, dan Agrivina bersama dengan Bapak Umbu Kabalaudau yang merupakan Ketua kelompok tani Galabua dan didampingi oleh Bapak Andry dan Ibu Yuli selaku Kordinator BPP Waimamongu Katikutana dan PPL Desa Anak Alang melakukan kegiatan identifikasi serangan hama pada tanaman jagung di lahan food estate zona 4 kepada , kelompok Tani Galabua, Desa Anak Alang, Kec. Katikutana, Kab. Sumba Tengah, Prov. Nusa Tenggara Timur pada Jumat 30 April 2021.

Kabupaten Sumba Tengah menjadi salah satu lokasi yang ditunjuk untuk menjadi Kawasan Food Estate di Indonesia. Kebutuhan jagung untuk pangan, industri, dan pakan terus meningkat seiring dengan peningkatan penduduk. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan perawatan guna meningkatan produktivitas termasuk dengan melakukakan identifikasi serangan hama. Pemerintah telah memberikan bantuan 2 dos obat basah untuk pengendalian hama belalang pada jagung. Maka dari itu, Polbangtan Gowa hadir dan turut andil dengan kegiatan pendampingan mahasiswa diwilayah food estate NTT. Pendampingan mahasiswa ini merupakan kegiatan mahasiswa untuk belajar praktis pada kelompok tani Galabua yang diharapkan menjadi sarana penerapan keterampilan dan keahlian mahasiswa serta meningkatkan produktivitas tanaman jagung khususnya diwilayah food estate.”ujarnya.

Selain gandum dan padi, jagung juga merupakan sumber utama makanan yang kaya akan karbohidrat. Tanaman jagung juga menjadi salah satu makanan pokok. Contohnya di Nusa Tenggara dan Madura. Tak heran, meningkatnya permintaan jagung secara signifikan ini dikarenakan pemanfaatan jagung sangat luas, yakni pada sektor bahan pangan, industri, dan pakan ternak.

Kami melakukan pendampingan bersama petani, salah satunya dengan membantu petani dalam mengidentifikasi serangan hama. Adapun hasil dari identifikasi hama yang menyerang tanaman jagung di lahan kelompok tani Galabua yakni hama belalang Kembara dan Ulat Grayak. Selanjutnya penanganan dilakukan dengan beberapa cara diantaranya konvensional dengan melakukan pengusiran belalang, penyemprotan obat basah dan dibantu oleh POPT-PHP dan beberapa swadaya. “Harapan kami dengan adanya adik mahasiswa, kita bisa adakan kerjasama yang baik demi keberlangsungan pertanian kita agar kedepan perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani dari tingkat rendah bisa naik, kemudian saling membagi ilmu dan pengetahuan serta sama sama belajar” Ujar bapak Andry.

Kegiatan yang terlaksana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala BPPSDM Pertanian Dedi Nursyamsi yang mengatakan pendampingan petani oleh mahasiswa merupakan penerapan merdeka belajar dan kampus merdeka untuk mendukung keberhasilan food estate yang banyak juga ditentukan oleh peran penyuluh dalam penerapan teknologi.

Ulat grayak atau Spodopteram litura dan belalang kembara termasuk OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) yang dijumpai pada tanaman jagung di daerah NTT dengan upaya pembasmian yang dapat dilakukan seperti penggunaan pestisida dan musuh alami (uni).

0
  Related Posts
  • No related posts found.