Berita

Mahasiswa Polbangtan Gowa Ditugaskan Dampingi Petani dan Buat Terobosan di Masa Pandem

Posted by:

Walau pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia, Kementan melalui BPPSDMP tetap menjalankan kegiatan pembelajaran mahasiswa melalui metode daring (onine) Learning From Home(LFH) dan kegiatan mahasiswa di lapangan untuk mendampingi petani dan penyuluh berproduksi pangan.

Sistem pembelajaran jarak jauh merupakan langkah yang ditempuh Pendidikan Pertanian menuju sistem edukasi 4.0. Kebijakan untuk meniadakan proses pembelajaran secara tatap muka mengacu pada maklumat pemerintah tentang larangan untuk berkumpul dalam jumlah besar dan perlunya penerapan physical distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pertanian harus tetap produktif untuk menghasilkan ketersediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia. Diharapkan, melalui pendampingan mahasiswa Polbangtan Gowa di Kelompok Tani selama penyebaran wabah Covid-19, dapat turut membantu petani agar stok pangan aman.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang kerap disapa SYL mengatakan bahwa seluruh jajaran Kementerian Pertanian kerja ekstra ditengah pandemic COVID-19.

267 juta penduduk Indonesi tidak boleh bersoal, “Kalau perut rakyat bersoal, maka tidak ada sesuatu yang tidak bisa kita lakukan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, untuk masalah pertanian semua pihak tidak boleh diam, tidak boleh lengah sedikit pun untuk menghadirkan upaya-upaya maksimal dalam mencapai harapan itu, “Sebab, salah satu hal yang penting dalam pertanian menjamin kebutuhan pangan rakyat Indonesia sebanyak 267 juta orang,” tegas SYL.

Selain tenaga medis, insan pertanian merupakan garda terdepan dalam upaya pencegahan Covid-19. Jika kebutuhan pangan terpenuhi, imunitas tubuh masyarakat akan terjaga sehingga mampu melawan Covid-19.

Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), telah melakukan video conference untuk melakukan koordinasi pendampingan dan pengawalan mahasiswa tahun 2020 dengan Staff Khusus Menteri Pertanian (Luthfi Halide), yang dihadiri juga oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Idha Widi Arsanti), Direktur Polbangtan se-Indonesia dan PEPI, Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Polbangtan se-Indonesia dan PEPI, Ketua Jurusan Polbangtan se-Indonesia dan PEPI, serta Pejabat Eselon 3 dan 4 Pusat Pendidikan Pertanian, pada Kamis (16/4/2020).

Dia menerangkan bahwa mahasiswa harus dapat membantu petani membuat terobosan dengan membangun bisnis sistem. Mahasiswa harus bisa membantu mengoleksi produk-produk dari kelompok tani sehingga petani mendapatkan harga terbaik melalui distribusi pemasaran yang melibatkan ojek online.

Menindaklanjuti pertemuan tersebut, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa langsung mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Mahasiswa dan Dosen Pembimbing guna melakukan kegiatan pendampingan petani dimasa pandemic Covid-19 ini.
Direktur Polbangtan Gowa, Dr. Syaifuddin mengatakan, mahasiswa saat ini ditugaskan untuk mendampingi petani dengan tetap melakukan kordinasi dengan Kostratani yang berada diwilayah mereka.

Untuk pendampingan, target satu mahasiswa mendampingi lima kelompok tani. Tapi ini dilakukan semampunya, minimal satu poktan mereka dampingi, asal maksimal dan tetap no 1 memperhatikan protokol kesehatan karena kita dimasa pandemic covid-19, ujarnya.

0
  Related Posts
  • No related posts found.