Berita

Manfaatkan Lahan Bera, Petani Milenial asal Bantaeng Hasilkan 40 Juta per Bulan

Posted by:

Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya untuk mendorong regenerasi petani salah satunya melalui Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support) yang telah dilaksanakan sejak 2019. Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi lokasi program YESS yang tersebar di 4 kabupaten yakni Maros, Bone, Bantaeng dan Bulukumba. Dalam kurun waktu kurang dari 2 (dua) tahun program yang diinisiasi oleh Kementan dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) itu telah menghasilkan banyak calon petani serta wirausaha milenial di 4 kabupaten tersebut. Salah satunya Faisal Asbar yang kini berhasil berwirausaha dengan omset berlimpah.

Dengan Background Sarjana Peternakan, Faisal telah mengimplementasikan ilmu peternakan yang telah dipelajari saat bangku kuliah. Berawal dari lahan yang bera dan tidak bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian karena solum tanahnya yang dangkal, faisal berinisitaif membuat kandang sapi. Faisal membuat kandang sapi dengan kapasitas 150 ekor sapi an anakan 20 ekor anakan sapi.

Dibantu 4 orang tenaga kerja, Faisal mampu menjual 5 ekor sapi perbulan dengan omset mencapai sekitar 40 juta atau sekitar 500 juta dalam setahun.

Sebagai generasi milenial, Faisal memanfaatkan social media untuk pemasaran. Selain di Kabupaten Bantaeng itu sendiri, penjualan yang dilakukan sudah sampai ke beberapa wilayah di Sulawesi Selatan yakni Kota Makassar dan Kabupaten Maros.

“Dengan adanya usaha yang dilakukan ini, diharapakan dapat menjadi pemberdayaan untuk masyarakat setempat dengan membantu taraf hidup masyarakat setempat. Seperti masyarakat sekitar kandang yang tidak ada pekerjaan bisa diberdayakan. Contohnya setiap tahun itu kita mengganti pekerja. Artinya selama 1 tahun, pekerja yang sudah ada skillnya untuk beternak dan sudah kita kasih ilmu. Kita juga memberikan sapi tapi dalam sistem bagi hasil bukan lagi untuk bekerja disni” ujar faisal.

Selanjutnya faisal mengatakan, program ini sangat baik karena dapat mewadahi kegiatan pelatihan bagi pemuda dipedesaan. “Generasi milenial butuh contoh dan pelatihan bukan hanya teori semata. Teori tanpa pengaplikasian akan menjadi kurang optimal”, ungkapnya.

Di akhir wawancara, ia pun berharap melalui program YESS ini pengembangan sumberdaya manusia dibidang pertanian dan peternakan, dengan memberdayakan pemuda serta sumber daya alam dapat dilakukan secara optimal.

“Dengan memberikan pelatihan yang mengarah untuk pengembangan skill dan pengetahuan di lapangan, maka bukan tak mungkin oenuda pedesaan akan menjadi SDM pertanian yang andal, maju, modern dan profesional”, ujar Faisal.

Hal ini sesuai pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa pertanian merupakan sektor strategis yang mengedepankan kepentingan bersama dalam pilar berbangsa dan bernegara.

Negara yang maju tak terlepas dari kemajuan sektor pertaniannya dan kemajuan sektor pertanian sangat ditentukan oleh kemajuan sumberdaya manusianya”, ujar Mentan SYL.

Lebih lanjut juga ditambahkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi yang mengatakan bahwa melalui program YESS ini, regenerasi petani akan terbantu lebih cepat.

“Dengan memberdayakan para pemuda tani untuk memanfaatkan sumber daya alam pertanian di pedesaan, secara optimal, profesional, menguntungkan, dan berkelanjutan tentunya mereka ini akan siap menghadapi era milenial”, ungkap Dedi.

Sebagai informasi untuk mempromosikan sektor pertanian kepada para pemuda atau generasi milienial sasaran program YESS di Kabupaten Bantaeng, maka dilibatkanlah para generasi milienial yang telah sukses di bidang pertanian dan dinobatkan sebagai duta petani milenial (DPM).

0
  Related Posts
  • No related posts found.