Manfaatkan Pangan Alternatif, Polbangtan Kementan Magangkan Petani Milenial di Balitserealia

Bagikan Info

MAROS – Krisis pangan telah melanda di beberapa negara. Hal ini ditandai dengan iklim yang tidak menentu, hujan ekstrem, bencana alam yang mengakibatkan petani menjadi gagal panen karena kebanjiran atau kekeringan dan bahkan ledakan hama dan penyakit yang melewati ambang batasnya serta jumlah pangan yang tidak seimbang dengan kenaikan jumlah penduduk.

Demi menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan dalam negeri untuk mengantisipasi kemungkinan adanya krisis global yang cukup panjang. Kementerian Pertanian secara konsisten terus fokus untuk peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Antisipasi tersebut ditunjukan salah satunya dengan mengedukasi generasi muda dalam pemanfaatan alternatif bahan pangan.

Mendukung hal tersebut, salah satu program Youth Entrepreneurship and Employment Services (YESS) untuk pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan pemuda di bidang Pertanian yakni meningkatkan peran pemuda di pedesaan melalui magang bersertifikat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di beberapa kesempatan, mengatakan bahwa Kementan akan terus memfasilitasi generasi muda agar bisa terjun menjadi petani serta wirausaha pertanian.

“Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemik ini,” jelas Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan dua kunci utama dalam pelaksanaan program YESS.

“Pertama program YESS hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian. Kedua, sasaran dari program YESS yakni pemuda/i harus memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu sampai hilir,” katanya.

Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa sebagai PPIU Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan penerimaan 19 peserta magang bersertifikat di Balai Penelitian Tanaman Serealia. Acara penerimaan magang tersebut dihadiri oleh Direktur dan Wakil Direktur I Polbangtan Gowa, Suardi Bakri selaku konsultan TVET dan Samsul dari Dinas Pertanian serta peserta dari 4 kabupaten lokasi YESS yakni 2 dari Bantaeng, 6 dari Bone, 3 dari Bulukumba, dan 8 dari Maros pada 19 Juli 2022.

Program pemagangan bersertifikat ini untuk membekali peserta Program Yess untuk menjadi dua hal utama yaitu sebagai Job Creator dan Job Seeker, khususnya di bidang pertanian.

Kegiatan ini disambut baik oleh Balai dan nantinya akan didampingi oleh peneliti serta tenaga teknis dari Balitsereal mengenai cara memproses dan membuat benih dari jagung hibrida dan tanaman lain seperti sorgum serta serealia potensial lainnya. Peserta akan dibimbing dan didampingi dari panen hingga pasca panen supaya peserta nantinya akan paham dalam pembelajaran selama 3 bulan kedepan.

Sebelum pemagangan, di awal akan diadakan tes untuk minat. keinginan dan pengetahuan awal mengenai tanaman jagung dan di akhir kegiatan akan dilaksanakan tes kompetensi kepada peserta magang.

Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin menyampaikan bahwa program Kementan saat ini fokus mengenai krisis pangan dan antisipasi PMK.

“Semua lahan yang kosong diupayakan untuk ditanami dengan komoditi pangan. Perlu adanya perubahan pola makan dari nasi ke jagung, nasi ke kentang, dan nasi ke ubi”, ujar Syaifuddin.
“Menurut data BPS ada pengurangan petani sebanyak 5jt org dalam waktu 10 tahun. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena bisa mengganggu ketahanan pangan yang harus diantisipasi oleh Kementan dengan cara merekrut 2.5 juta petani milenial diantaranya tugas BPPSDMP seperti kegiatan yang kita hadiri hari ini” tambahnya.

Selanjutnya Syaifuddin mengatakan, dalam kegiatan YESS ini umumnya berupa bimtek, jadi kapasitasnya ditingkatkan lalu dibidang usaha dan nanti baru hasilnya. Salah satu kegiatan untuk meningkatkan kapasitas diri dengan pelatihan dan magang dan terakhir saya berterima kasih sehingga proses magang ini dapat terlaksana.
Terakhir Syaifuddin berpesan kalau mau sukses ada 3 faktor yakni integritas, inovasi teknologi, dan pelayanan.


Bagikan Info