Berita

Manfaatkan Potensi Peluang Pasar, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ikut Magang di Perusahaan Tanaman Hias

Posted by:

Kelihaian dalam memanfaatkan potensi peluang pasar baiknya dilakukan mulai dari saat memulai suatu usaha, mengembangkan usaha, melakukan segmentasi pasar, hingga saat melakukan perluasan usaha. Menyiapkan hal itu, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kementerian Pertanian yang berada di Gowa mendorong mahasiswanya untuk ikut melaksanakan program magang mandiri. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dapat melatih para mahasiswa agar mampu menghadapi situasi kerja yang nantinya diharapkan dapat bersikap terampil, disiplin, tekun, dan jujur, serta mempunyai etos kerja yang tinggi terhadap pekerjaan yang sedang dihadapi.

Salah satu kegiatan magang mandiri kali ini dilaksanakan di kebun PT. Bunga Indah Malino kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sejumlah 7 orang mahasiswa mengikuti kegiatan magang selama kurang lebih 2 bulan. Kegiatan yang dilaksanakan pada program magang ini adalah merontokkan bakal bunga atau yang dikenal dengan istilah Budding. Budding dilakukan agar mendapatkan tipe bunga spray dan tunggal sehingga pertumbuhan bunga juga menjadi sangat baik karena memfokuskan nutrisi ke perkembangan bunga yang dipertahankan.

Haslinda salah seorang peserta magang yang juga mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melihat peluang tingginya potensi tanaman hias. Untuk meningkatan kemampuan dalam budidaya tanaman hias, dengan semangat Ia melaksanakan kegiatan magang di Kebun PT Bunga Indah Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

“Saya melihat potensi pendapatan yang sangat tinggi untuk bisnis tanaman hias ini, ini yang menjadi alasan saya untuk ikut magang disini. Belajar budidaya hingga proses pemasarannya”, ucap Haslinda.

Menurutnya bunga Krisan atau dikenal juga dengan sebutan bunga seruni, merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan potensial untuk dikembangkan secara komersial.

“Tak hanya secara komersial, tanaman ini juga bisa menjadi salah satu tanaman untuk mempercantik taman di depan rumah. Tak hanya cantik, bunga krisan juga dikenal mudah beradaptasi dengan lingkungan. Oleh sebab itu perlu perawatan dalam pemelihaaran”, paparnya.

Ditambahkannya penyiraman bunga krisan dapat dilakukan 2-3 kali per minggu, dengan menggunakan selang yang ujungnya disambung dengan sower kebun supaya air merata ke semua permukaan media tanah dan Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

Sementara Adi salah satu mahasiswa Jurusan Penyukuhan Pertanian, Polbangtan Gowa memberikan apresiasi terhadap respon para pegawai. Setiap hari mahasiswa magang diberikan materi bahkan langsung praktik agar setelah selesai magang bisa langsung ikut berbisnis tanaman hias.

“Dengan adanya pelaksanaan magang ini dapat memberikan manfaat bagi kami para mahasiswa karena berada dalam situasi kerja. Selain itu dengan adanya pelaksanaan magang ini dapat dijadikan acuan kami sebagai salah satu sumber referensi kerja yang nantinya akan dibutuhkan oleh perusahaan ataupun instansi yang membutuhkannya”, ujar Adi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menaruh harapan besar pada generasi milenial dalam pembangunan pertanian. Menurutnya milenial harus berani menjadi petani atau mendirikan starup pertanian.

“Usaha pertanian itu paling pasti untuk dilakukan. Selain untuk ekonomi, bisa juga membuka lapangan kerja. Coba bandingkan dengan usaha tambang yang membutuhkan waktu 10 tahun – 20 tahun baru bisa mendatangkan hasil. Kuncinya adalah ada kemauan dan pintar dalam membaca peluang pasar,” ujar Mentan Syahrul.

Sementara Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa insan pertanian harus bisa menguasai sistem dan jejaring produksi, utamanya dalam hal supply and demand.

“Insan pertanian tak terkecuali petani dan pengusaha pertanian harus menguasai supply and demand. Dimana kita harus memastikan ketersediaan produk dan pintar membaca apa yang menjadi kebutuhan pasar. Supply and demand akan berpengaruh pada fluktuasi harga. Seringkali terjadi over produksi sebuah produk pertanian lantaran supply and demand tak dikuasai dengan baik. Akibatnya terjadi kelebihan produk daripada permintaan pasar yang membuat harga menjadi terjun bebas” jelas Dedi.

Wakil Direktur I Polbangtan Gowa Bidang Akademik dan kerjasama Kartika Ekasari, mengatakan magang mandiri yang dilakukan mahasiswa merupakan bagian dari kurikulum yang telah ditetapkan.

“Magang ini diharapkan mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman praktis di dunia kerja untuk mendukung penguasaan teoritis yang telah diperoleh di bangku kuliah. Dengan adanya magang, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam kegiatan di suatu perusahaan atau instansi yang sesuai dengan lingkup keterampilan dalam hal ini sector pertanian”, papar Kartika.

0
  Related Posts
  • No related posts found.