Berita

Melalui Digital Transformation & Agrosociopreneur, Kementan Buktikan Pertanian Mengasikkan

Posted by:

Kewirausahaan menjadi sebuah hal yang penting untuk ditumbuh kembangkan, utamanya bagi para pemuda. Kementerian Pertanian mengajak para pemuda untuk terjun ke sektor pertanian dengan memaksimalkan digital transformation & agrosociopreneur.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan Kementan terus berupaya mengubah wajah sektor petanian mengandalkan para petani muda dan pemanfaatan teknologi digital.

“Pembangunan pertanian ke depan akan semakin mengandalkan para petani muda dengan teknologi digital, terutama sebagai strategi untuk memperkuat produksi dan distribusi. Agripreneur muda yang melek teknologi adalah potensi dan mitra strategis memecahkan kendala distribusi serta lemahnya akses pasar petani selama ini,” tutur Mentan SYL.

Pada Talkshow bertajuk Milenial Agriculture Forum (MAF), Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa dengan tema ‘Digital Transformation and Agroscipreneurship, Sabtu (11/12), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan MAF.

Dihadapan ratusan petani serta calon petani dan pengusaha pertanian yang hadir Dedi mengungkapkan.

“Saya senang sekali sudah hadir di acara ini . Sesungguhnya kalianlah yang akan melanjutkan estafet pembangunan pertanian kita kedepan 10 atau 20 tahun yang akan datang. Pembanguna pertanian bergantung pada kalian kalian, jika kalian hebat berarti pembangunan pertanian itu pasti akan berhasil, demikian pula sebaliknya,” katanya.

“Saat ini sudah dan sedang melakukan transformasi dari pertanian tradisional ke pertanian moderen dari khusus dari pertanian digital atau kedigitalisasi. digitalisasi pertanian berkembang dengan era teknologi informasi dan komunikasi begitu besar dengan adanya android,” ujarnya.

Dedi pun menegaskan bahwa salah satu capaian Kementan dalam pembangunan pertanian adalah meningkatnya petani milenial dengan rentang usia 16-39 tahun.

Keterlibatan generasi muda bukan tanpa alasan, semakin masifnya penerapan teknologi digital di dalam sektor pertanian Indonesia menjadi penarik minat generasi muda.

“Saat ini kita berada di era digital dan salah satu peluang di mana kemudian para petani melenial ini akan menjadikan teknologi digitalisasi sebagai salah satu peluang usaha. Maka manfaatkanlah dengan baik peluang tersebut,” pesan Dedi.

MAF kali ini menghadirkan, Andi Triana, Kepala Lap pengolahan hasil Polbantan Gowa sekaligus Owner Susukuma dan es krim, Ilham Akbar seorang pakar Digital Strategy dan Agung Wirawan alumni polbangtan Gowa skaligus Owner Gowa Hydrofarm sebagai narasumber.

Kementan berupaya untuk membuka mata generasi muda bahwa sektor pertanian sangat mengasikkan bagi generasi milenial dan menjanjikan secara ekonomi.

0
  Related Posts
  • No related posts found.