Berita

Melalui Pendampingan Pada Wilayah Komoditas Pertanian, Mahasiswa Polbangtan Gowa Bersama KWT Lakukan Budidaya Jamur Tiram

Posted by:

Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) telah mengukuhkan 67 Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) untuk kebutuhan di lapangan secara online melalui aplikasi zoom pada Senin (13/04).

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui aplikasi Zoom. Generasi muda atau yang biasa disebut pemuda milenial tentunya menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Regenarasi petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi keberlangsungan pertanian dimasa mendatang.

Hal inilah yang membuat Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menaruh harapan besar pertanian pada generasi milenial. Saat ini banyak petani milenial yang telah menjadi pengusaha dalam sektor pertanian.

“Kalau sumber daya manusia pertanian sudah profesional, mandiri, berjiwa intrepreneur, cita-cita kita menjadi lumbung pangan dunia pasti tidak akan mimpi tetapi pasti tercapai,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi pada Seminar Nasional Pendidikan Vokasi beberapa waktu lalu di Yogyakarta.

Menurut Dedi, pemberdayaan dan pengembangan SDM Pertanian menjadi agenda prioritas Kementan untuk mendongkrak produktivitas merupakan Program yang dinilai penting.

Duta yang telah dikukuhkan nantinya mampu menarik generasi milenial lainnya untuk mau berwirausaha dibidang pertanian. Selain itu mampu membantu sekaligus menjadi pelopor positif pemerintah dalam hal ini Kementan, dengan mempercepat advokasi kepada masyarakat terutama berkaitan dengan program-program yang telah dicanangkan Kementerian pertanian.

Untuk meciptakan petani milenial demi menjaga kebutuhan regenerasi petani dimasa mendatang, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa sebagai lembaga pendidikan vokasi terus berupaya membina dan melahirkan petani milenial yang maju, mandiri dan modern.

Melalui kegiatan pendampingan pada wilayah komoditas pertanian yang disinergikan dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) II, mahasiswa Polbangtan Gowa semester jurusan pertanian semester VI ini, melakukan kegiatan budidaya jamur bersama Kelompok Wanita Tani Bulu Lestari yang berada di Desa Congko, Kecamatan Marioriwawo, kabupaten Soppeng. Rabu (18/03).

Kegiatan di awali anjangsana Kelompok Wanita Tani Bulu Lestari kemudian kami berdiskusi Dipilihnya jenis jamur ini karena perawatannya cukup mudah dilakukan dan jamur tiram juga dinilai sangat cocok dibudidayakan untuk daerah yang memiliki iklim tropis, mereka melakukan pemeliharaan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan tanaman jamur sertaa kami mahasiswa pkl turun langsung dalam hal membantu proses pembibitan jamur tersebut.

Siang hari pukul 14.00 WITA, bersama anggota Poktan Bulu Lestari dan 4 mahasiswa yakni, Hikma Herfina, Mutakharaeni, Indah Permata Sari, Siti Sartika Putri, melakukan Proses budidaya jamur. Sebanyak 50 media kami siapkan sebagai langkah awal dalam budidaya jamur. Kedepannya poktan ini akan mengembangkan lebih banyak lagi,” ungkap Hikma mahasiswa Polbangtan Gowa.

Tujuannya untuk menambah pengetahuan, manambah wawasan dan pengalaman dengan membantu dalam budidaya jamur tiram yang kini sedang dikembangkan kelompok wanita tani bulu lestari desa congko serta untuk mengetahuii berapa penghasilan setiap panen, berapa jumlah setiap kali panen dan bagaimnaa caraa pemeliharaan jamur tersebut hingga panen.

Andi Hera Selaku PPL di Desa Congko, memberi apresiasi kepada mahasiswa Polbangtan Gowa karena mau berbagi ilmu khususnya Budidaya Tanaman Jamur dengan poktan binaannya. (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.