Berita

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Bawakan Kuliah Umum di Polbangtan Gowa

Posted by:

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan kuliah umum di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, kegiatan dilaksanakan secara daring dan luring yang dihelat di Aula Syech Yusuf Polbangtan Gowa (16/02).

Ratusan mahasiswa hadir secara luring dengan penerapan protokol kesehatan. Ada pula sivitas akademika yang ikut secara daring melalui aplikasi Zoom dan yang mengikuti melalui streaming Youtube,

Pada kesempatan itu pula, SYL sapaan akrab Syahrul Yasin Limpo membawa sejumlah pejabat Kementan antara lain, Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Suwandi, M.Si, Dirjen Perkebunan Dr. Ir. Kasdi Subagyono, M.S.

Sementara itu, dalam lingkup Polbangtan Gowa di hadiri para Wakil Direktur, para Kabag dan Seluruh unsur pimpinan dan civitas Akademika Polbangtan Gowa.

Pada kesempatan itu, Direktur Polbangtan Gowa, Dr. Syaifuddin dalam laporannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mentan SYL yang telah meluangkan waktunya bertemu dengan anak-anak mahasiswa walau ditengah pandemi covid-19.

Direktur Polbangtan juga menyampaikan, selain kami menyelenggarakan program Tridarma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian, kami juga melaksanakan dan mengawal semua program program utama dari Kementerian Pertanian.

“Apakah itu Kostratani yang berfungsi untuk meningkatkan optimalisasi BPP dengan penggunaan Teknologi Informasi dan saat ini kami fokus untuk mengembangkan 5 fungsi utama dari BPP itu.

Selain itu, Dr. Syaifuddin juga menjelaskan tiga program aksi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) pada tahun ini yang telah disampaikan oleh Prof Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP.

“Tiga program aksi itu adalah penguatan Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian), membangun 2,5 juta petani milenial dan mendukung program Kementerian Pertanian lainnya terutama Food Estate,” kata Dedi Nursyamsi saat Koordinasi Program Penyuluhan Pertanian Tahun 2021 di Aston Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Fokus penyuluhan pertanian adalah memperkuat Kostratani tingkat kecamatan, yang merupakan unsur utama dalam mendorong produktivitas pertanian. Peningkatan produktivitas harus dilakukan dengan SDM yang andal di bidangnya.

Selain fokus pada kegiatan Kostratani, BPPSDMP Kementan juga siap mencetak petani milenial yang maju, mandiri dan modern. Program cetak 2,5 juta petani milenial sejalan dengan arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo.

“Nantinya akan ada 1.000 petani milenial akan mengikuti program magang di luar negeri seperti Taiwan dan Jepang selama 6 sampai 12 bulan di Jepang. Setelah pulang mereka diharapkan jadi penguasa petani milenial. Termasuk yang ikut pelatihan 1.000 petani milenial juga begitu selesai mereka siap dengan KUR dan terjun menjadi wirausaha pertanian,”.

Untuk program aksi yang ketiga, BPPSDMP akan mendukung program Kementan lainnya terutama program Food Estate. “Food Estate akan dilaksanakan di seluruh Indonesia dan pada tahun 2021 akan kita tingkatkan luasan lahan untuk Food Estate,”.
Sebagai bentuk dukungan terhadap Food Estate, BPPSDMP Kementan akan membentuk dan menguatkan korporasi petani di kawasan Food Estate.
“Dalam membentuk korporasi petani harus disiapkan identifikasi potensi wilayah, melakukan sosialisasi terkait dengan korporasi itu sendiri, lalu meningkatan kapasitas SDM pertanian serta konsolidasi petani dan kelembagaan petani”, ujarnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam Kuliah Umum mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa yang kuliah di Polbangtan Gowa adalah langkat tepat.

“Pertanian itu adalah sesuatu yang menembus waktu dan momentum, bahkan menembus krisis”. Ada orang jadi pemimpin, jadi andalan kalau disaat seperti ini tidak serius mengurus pertanian. Pertanian macam apakah yang dibuthkan besok? pertanian yang bisa bekerja dengan lebih efektif, pertanian yang bisa meningkatkan produktivitasnya yang lebih tinggi, pertanian yang bisa menjanjikan pendapatan bagi rakyat yang lebih besar, kalo begitu yang menggerakkan pertanian besok untuk bisa lebih produktif dari apa yang ada orang-orang yang memiliki ilmu pertanian.

Tidak hanya ilmunya tapi pengalaman pertanian, tidak hanya pengalaman tapi mau menjadi rahmat bagi orang lain dan mau melindungi kehidupan yang ada. mengajarkan pada anak anak kita hal seperti ini, kalau cuma ilmu saja tidak cukup tetapi mau menjadi rahmat, mau melindungi, mengerti bagaimana mengefektifkan pertanian, bagaimana mengefisiensi pertanian, mengerti bagaimana membangun skala ekonomi terhadap hadirnya pertanian yang lebih baik, mengerti terhadap bagaimana melakukan kalibrasi kalau itu pertemanan di bidang pertanian menjadi sangat menentukan besok selain ilmu pertanian dan mekanisasi pertanian yang ada.
kalau kau mau jadi baik duniamu perbaiki ilmu pertanianmu, kalau kau mau perbaiki akhirat mu jadikan pertanian menjadi pelindung bagi kehidupan yang ada.

0
  Related Posts
  • No related posts found.