Berita

Musim Tanam Tiba, Milenial Polbangtan Gowa Lakukan Penyuluhan dengan Materi Pembibitan Tanaman Cabai

Posted by:

Memasuki musim tanam kali ini, mahasiswa Polbangtan Gowa melakukan penyuluhan terhadap beberapa kelompok tani. Meskipun program pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah dijalankan pemerintah setempat, tak menyulut semangat mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Hal ini juga mendukung kerja dari Menteri Pertanian yang mendorong percepatan masa tanam usai panen. Dengan mempertimbangkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa masih terdapat curah hujan pada akhir Mei sampai Juni, lahan eksisting yang bisa segera ditanami.

“Oleh karena itu kami minta petani untuk segera kembali ke lahan pertanian. Kami minta di daerah segera bagikan bibit dan pupuk, termasuk alsintan [alat mesin pertanian] agar segera disalurkan,” kata Syahrul dalam sebuah diskusi virtual di Jakarta.

Kegiatan penyuluhan kali ini diadakan di Desa Bontomanai, Kec. Bajeng Barat, Kab. Gowa dengan materi Pembibitan Tanaman Cabai Merah Menggunakan Ampas Teh. Adalah Muh Reski Apryan yang memberikan materi kali ini mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan kali ini sudah tepat karena memasuki musim tanam oleh para petani dan juga merupakan bagian dari pelaksanaan tugas akhirnya. Adapun peserta dari penyuluhan kali ini adalah Kelompok Tani Baddoka.
Materi penyuluhan kali ini merupakan sebuah inovasi dalam pembibitan dimana memanfaatkan limbah teh sebagai media tanam. Inovasi ini merupakan bentuk eksistensi dari Polbangtan Gowa dalam membantu program utama kementerian pertanian seperti yang dihimbaukan oleh bapak kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi “kita harus berubah dengan melakukan terobosan agar program aksi BPPSDMP bisa tercapai baik itu Kostratani, penumbuhan pengusaha pertanian milenial dan mendukung program-program utama Kementerian Pertanian (Kementan) bisa dilaksanakan dimana setiap UPT harus memiliki inovasi baru yang berbasis IT, baik berbasis pelayanan atau produk yang dihasilkan agar bisa diketahui orang banyak dengan cara menggencarkan promosi dan memperkenalkan produk barunya atau mekanisme pelatihan baru” ungkapnya.
Respons kelompok tani terhadap penyuluhan yang dilaksanakan sangat baik dan mereka cukup antusias karena materi ini dapat memberikan informasi pengetahuan dan inovasi baru. Paserta sangat berterima kasih dengan materi penyuluhan yang diberikan karena membantu dalam membangun pertanian yang ramah lingkungan, dikarenakan ampas teh sangat mudah didapatkan oleh para petani di era sekarang ini. (IKL)

0
  Related Posts
  • No related posts found.