Berita

Penyuluh, Poktan dan Mahasiswa Polbangtan Gowa Lakukan Percepatan Tanam di Food Estate Sumba Tengah

Posted by:

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, ketersediaan pangan harus dipenuhi dalam pandemi Covid-19. Untuk itu, petani dan penyuluh harus terus turun ke lapangan meski dalam pandemi Covid-19.

“Pemerintah terus berupaya menjaga stok pangan demi menjamin ketersediaan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia, untuk itu semua harus ke lapangan, petani harus ke lapangan, penyuluh harus ke lapangan dan produksi pangan tidak boleh berhenti,” tutur Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kemtan Dedi Nursyamsi, juga menegaskan saat beraktivitas di lapangan penyuluh dan petani harus tetap memperhatikan protokol pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Pertanian tetap harus terus bergerak di tengah pandemi Covid-19 untuk menjamin keamanan pangan. penggunaan masker, social distancing, mencuci tangan, menjaga kebersihan badan,” tutur Dedi

Mahasiswa Polbangtan Gowa melakukan percepatan Tanam dengan Sistem Tanam Padi Secara Acak bersama kelompok tani Winahaka di Desa Dewajara, Kecematan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selasa 4 Mei 2021.

Adapun yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa pendampingan Polbangtan Gowa, Posko 2 Mandiri jurusan pertanian dan peternakan diantaranya Abd. Rahman, Muh. Ardas Daruslam, Hisbul Adillah Hamzah, Muhammad Almuntaha, Muh. Rivaldi, Muh Fahmi Mannaroy, Alfiandi Rezki, Ainun Jariyah, Reskiyani S, dan Agrivina Mega Putri, bersama dengan Bapak Melkianus dan beberapa anggota kelompok tani serta Ibu Rosalia selaku PPL Desa Dewajara Kecamatan Katikutana.

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama dengan Bupati Sumba Tengah berkomitmen lakukan percepatan tanam pada Kawasan Food Estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Sumba Tengah menjadi salah satu lokasi yang ditunjuk untuk menjadi Kawasan Food Estate di Indonesia. SYL menyebutkan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi beras dan percepatan tanam yakni melalui Gerakan Olah Tanah dan Tanam (GPOT), pemberian bantuan benih, alat mesin pertanian, Kredit Usaha Rakyat (KUR), asuransi pertanian dan pendampingan yang masif. Maka dari itu, Polbangtan Gowa hadir dan turut andil dengan kegiatan pendampingan mahasiswa diwilayah food estate NTT. Pendampingan mahasiswa ini merupakan kegiatan mahasiswa untuk belajar praktis pada kelompok tani Winahaka yang diharapkan menjadi sarana penerapan keterampilan dan keahlian mahasiswa serta meningkatkan percepatan produktivitas musim tanam tanaman padi khususnya diwilayah food estate.

Kami melakukan pendampingan bersama petani, salah satunya dengan membantu petani dalam proses percepatan tanam dengan sistem tanam padi dengan varietas benih padi sari ayu secara acak. Tujuan dari sistem tanam padi secara acak yaitu untuk melakukan percepatan tanam dan juga mengangkat perekonomian masyarakat desa Dewajara terutama petani. Selain itu sistem tanam padi secara acak merupakan kebiasaan dari petani sumba tengah dan dapat mempercepat waktu tanamnya. Untuk luas tanam sekitar 1 hektar.

0
  Related Posts
  • No related posts found.