Percepat Laju Regenerasi Petani, Polbangtan Kementan latih 4000 Petani Milenial Literasi Keuangan

Bagikan Info

GOWA – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan melalui Program Youth Entrepreneur Support Service (YESS) kembali melaksanakan pelatihan literasi keuangan bagi petani milenial yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Pelatihan yang dimulai sejak 20 Juli hingga 15 Agustus 2022 tersebut melatih sekitar 4000 petani muda yang berasal dari 4 kabupaten binaan YESS meliputi; Bone 1000, bulukumba 1200, bantaeng 800 dan Maros 1000.

Peserta pelatihan merupakan petani milenial yang berumur 17-39 thn dan berdomisili di lokasi kegiatan program yess dan terdaftar di database MIS sebagai calon penerima manfaat.

Pelatih dihadirkan dari berbagai lembaga seperti Dinas Terkait, trainer Business Development Services Provider (BDSP), master trainer Provincial Project Implementation Unit (PPIU) dan wirausaha sukses di sektor pertanian termasuk Duta Petani Milenial yang sudah memiliki usaha lebih dari 3 tahun.

Upaya pendampingan oleh Kementan kepada para petani milenial khususnya penerima manfaat program YESS terus dilakukan bahkan hingga kapasitas literasi keuangan. Hal tersebut guna membantu petani membuat perencanaan usaha maupun pengajuan Kerjasama permodalan kedepannya.

Hal ini sebagaimana arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), untuk terus memfasilitasi petani milenial dan meningkatkan kapasitasnya dalam berbagai sektor.

“Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemi ini”, jelas SYL.

Terkait dengan pelatihan literasi keuangan, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa petani harus memiliki kemampuan manajerial yang bagus, terutama menyangkut keuangan.

“Petani harus memiliki kemampuan manajerial yang bagus, terutama menyangkut keuangan. Sebab, usaha pertanian melibatkan aspek modal yang tidak sedikit. Untuk itu segala sesuatunya harus dilakukan dengan cermat”, ungkap Dedi.

Lebih lanjut Dedi menambahkan, pertanian modern memang membutuhkan pencatatan keuangan yang tersusun rapi. Tujuannya, kata dia, untuk memudahkan petani dalam melakukan evaluasi. Sebab, usaha pertanian memiliki fluktuasi dari waktu ke waktu.

“Hasil evaluasi tersebut sangat berguna untuk menentukan strategi usaha pada periode tanam di musim berikutnya. Dengan nilai bisnis besar, maka penguatan literasi keuangan petani harus diperkuat”, tegas Dedi

Manajer Program YESS Sulawesi Selatan Kisman Arsyad menyebutkan, saat ini pelatihan literasi keuangan tengah berlangsung di 4 kabupaten wilayah kegiatan program YESS.

Menurutnya Melatih 4000 peserta bukan hal yang mudah. “Dukungan pemkab wilayah program YESS sungguh luar biasa. Kontribusi daerah sangat menentukan keberhasilan pelatihan” jelas Kisman.

“Setelah pelatihan literasi keuangan kami akan melanjutkan dengan 3 pelatihan lagi seperti bisnis model pertanian, startup dan proposal bisnis. Total yang kami latih di sulsel sebanyak 14.000 petani milenial” Ujar Kisman

Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin mengatakan bahwa pelatihan literasi sebagai ilmu pengetahuan dasar bagi petani untuk berwirausaha.

“Kami berharap ini menjadi dasar bagi petani untuk berusaha. Mengatur keuangan sendiri itu sulit tanpa dasar pengetahuan yang mumpuni. Ini penting bagi petani, mereka harus kelola keuntungan dengan baik dan yang lebih penting dengan pelatihan ini mereka bisa tahu dan bisa mengakses sumber permodalam seperti KUR”,ujar Syaifuddin.


Bagikan Info