Berita

Perkuat Pertanian Indonesia, Kementan Bangun Smart BPP di Bone

Posted by:

Pemanfaatan teknologi saat ini telah merambah ke berbagai bidang, tidak terkecuali bidang pertanian. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, petani Indonesia pun harus mengikuti perkembangan teknologi di era 4.0.

“Petani Indonesia tidak boleh tertinggal karena banyak inovasi teknologi dan mekanisasi yang dibuat untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya.

Selanjutnya Mentan Syahrul juga menegaskan komitmen untuk memperkuat pertanian Indonesia dan meningkatkan daya saingnya, terutama dalam berkompetisi dengan negara-negara lain.

“Kita tidak mau kalah dengan negara lain seperti Malaysia. Kita tidak mau kalah dengan Singapura, kita tidak mau kalah dari Thailand, dan kita tidak mau kalah dari Korea. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Besok akan lebih baik kalau kita makin kuat bekerja hari ini,” ujarnya.

Menurutnya saat ini sektor pertanian sedang memasuki era baru yang memiliki pendekatan berbasis online dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Langkah intervensi pertanian baru harus dilakukan agar Indonesia benar-benar maju, mandiri dan berdaulat.

“Di era sekarang, startup dan robot construction sudah menjadi bagian dari pertanian. Dengan begitu digital system menjadi pendekatan baru di sektor pertanian masa depan,” tambah Mentan Syahrul dari ruang pusat data Agriculture War Room (AWR).

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi juga menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi sangat penting untuk mendukung industri 4.0. Pemanfaatan teknologi itu akan lebih efisien dan penting. Teknologi informasi, misalnya, bisa menghubungkan produsen dan konsumen.

“Saat pandemi menjauhkan permintaan produk pertanian dan pangan turun drastis. Ini harus diatasi dengan menggunakan aplikasi. Konsumen bisa order kepada produsen. Petani milenial kita banyak yang menggarap ini,” kata Dedi.

Dedi menambahkan, penggunaan teknologi modern tidak boleh setengah hati. Saat era normal baru, teknologi menjadi keharusan agar produksi pertanian efisien, cepat dan massif.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa selaku UPT BPPSDMP pun menindaklanjuti harapan Mentan dengan menggelar Pelatihan Teknologi Informasi di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bone, Kamis, 26 Agustus 2021.

Pelatihan TI tersebut diikuti 34 admin TI dari seluruh BPP yang ada di Kabupaten Bone dan menghadirkan materi Pemanfaatan Perangkat IoT untuk penerapannya dibidang pertanian serta materi Digital Marketing untuk pengimplementasian BPP/Kostratani sebagai Pusat Kegiatan Agribisnis.

Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin mengatakan, apa yang dilakukan ini semata untuk menghadirkan penyuluh sebagai Kostratani yang maju, mandiri dan modern serta mampu menjadi penyuluh modern.

Dalam sambutannya, Syaifuddin menjelaskan, beberapa program utama Kementerian Pertanian terutama Kostratani dan mengatakan penyuluh modern tidak hanya melaksanakan penyuluhan terkait teknis pertanian kepada petani. “Tetapi juga mampu mendorong petani dalam memanfaatkan teknologi-teknologi yang dapat menunjang aktivitas pertanian mereka,” katanya.

Materi yang disajikan juga sangat menunjang seperti bagaimana memanfaatkan perangkat IoT sederhana untuk menunjang kegiatan pertanian. “Teknologi ini membantu kita dalam hal efisiensi karena dapat membantu kita untuk melakukan penyiraman secara otomatis dan terjadwal. Hanya diset di smartphone lalu perangkat tersebut bekerja dengan perantara internet,” jelas Syaifuddin.

Materi kedua yang disajikan juga sangat menjanjikan untuk mengimplementasikan Kostratani sebagai pusat kegiatan agribisnis. Sebab, dengan memanfaatkan digital marketing kita dapat memutus mata rantai perdagangan. Petani dapat langsung menjual hasil panennya ke konsumen dengan memanfaatkan perangkat yang ada. “Selain itu, Kostratani juga dapat menjadi agen dari petani dengan memanfaatkan media sosial lalu mempromosikan hasil panen petani,” tegas Syaifuddin.

Di akhir sambutannya, Syaifuddin menegaskan komitmennya dalam mendukung Kostratani dengan berbagai kebutuhannya, terutama yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi SDM. “Silakan datang ke Polbangtan untuk melakukan sharing knowledge atau silakan mengundang tenaga teknis kami untuk melakukan workshop di BPP/Kostratani,” tutupnya.

Ditambahakan oleh Wahyudi dari BPP Kajuara akan menerapkan perangkat IoT untuk menggerakkan sprinkle di halaman BPP. Hal ini bisa jadi percontohan juga. Bahkan, Yudi akan bekerjasama dengan Polbangtan Gowa untuk membangun “Smart BPP” yang di mana seluruh alat-mesin pertanian yang digunakan di BPP dapat dikontrol melalui perangkat smartphone.

0
  Related Posts
  • No related posts found.