Pertanian Organik, Membawa Ananda Juarai Vlog Contest Lumbungin

Bagikan Info

Ananda Fajriah, Mahasiswi Tingkat 1 Jurusan Pertanian Polbangtan Gowa keluar sebagai juara 2 lomba vlog contest pertanian nasional.

Sebelumnya, lomba yang diselenggarakan oleh aplikasi lumbungin Indonesia tersebut telah mengumumkan 9 finalis dari 98 peserta yang mengikuti ajang vlog contest mahasiswa Polbangtan Pepi dan SMKPP tersebut (17/11/2022).

Setelah dilakukan sesi seleksi akhir, berupa persentase pembuat vlog akhirnya ditetapkan bahwa Ananda keluar sebagai juara 2 pada sabtu (19/11/2022) di Malang.

Adapun Muhammad Fikri Mahasiswa tingkat 3 Polbangtan Gowa yang sebelumnya juga masuk ke dalam 9 finalis, cukup puas menjadi juara harapan 3.

Ananda berhak mendapatkan hadiah sebesar 5 juta rupiah sementara fikri sebesar 250 ribu rupiah.

Saat dihubungi tim media, Ananda masih tidak percaya kalau video vlognya bisa meraih juara 2. Bermodalkan pengetahuan yang masih terbilang awam tentang pertanian, Ananda yang baru duduk di tingkat satu jurusan pertanian Pobangtan Gowa tersebut mengangkat tema pertanian organik

Dibantu beberapa rekannya Ananda membuat vlog yang menjelaskan tentang pentingnya pertanian organic.

Dalam videonya Ia menjelaskan bahwa pertanian organic adalah pertanian masa depan karena sangat bersahabat dengan alam. Pertanian organic juga merupakan sistem yang berkelanjutan yang memperhatikan lingkungan dan ekosistem.

Hal tersebut cukup menarik dewan juri yang mana saat ini memang sedang banyak dikampanyekan pemerintah untuk pembangunan pertanian modern.

Bahkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menganjurkan kepada para petani mulai beralih dari pertanian kimia ke organic untuk keamanan dan kesehatan konsumen.

“Pangan yang kita konsumsi harus aman dari pencemaran pestisida, logam berat, mikroba patogen, dan pencemaran lainnya. Pangan organik lebih lama segarnya. Pangan organik itu orientasinya aman dan sehat,” jelas Dedi.

Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Ka Badan SDM Dedi Nursyamsi pada pelaksanaan First AgriPolyFest 22 di Kampus Polbangtan Malang (19/11/2022).

Acara First AgriPolyFest 22 sendiri merupakan kegiatan festival pertama yang diadakan oleh Polbangtan Malang. Kegiatan tersebut diramaikan dengan berbagai kegiatan menarik.seperti milenial agriculture forum, pameran produk PWMP dari utusan Polbangtan Pepi dan SMKPP, serta berbagai macam perlombaan dan kegiatan menarik lainnya.

Kegiatan yang mendatangkan 1000 petani milenial tersebut juga menghadirkan 100 champion petani akses KUR (kredit usaha rakyat). Dua petani champion yang mengakses KUR tersebut diantaranya juga ada dari Sulawesi Selatan. Ahmad Syaifullah yang berasal dari Kabupaten Bulukumba dan Nur Wahyudi Mukhtar dari Kabupaten Bantaeng masing-masing mendapatkan KUR sebesar 50 juta rupiah.

Dengan uang tersebut, menurutnya ia akan mengembangkan  usaha pertanian yang dimiliki saat ini. Wahyudi misalnya, dengan modal tersebut akan menambah produksi cabe besar yang dibudidayakan selama ini. Selain itu, dengan uang yang ada, dia juga akan mengintegrasikan tanaman sayur dengan memelihara ayam potong.

Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, Kementan memang terus menggenjot jumlah petani muda untuk mengakses KUR.

Pada sebuah kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkata; “KUR juga mendorong produktivitas pertanian. Petani juga terbantu permodalan dengan memanfaatkan fasilitas KUR Pertanian ini,” kata Mentan SYL.

Menurut SYL dengan bertambahnya jumlah petani yang mengakses KUR akan berpengaruh terhadap penguatan pangan nasional. Sebab dengan fasilitas tersebut petani dapat mengembangkan budidaya dan meningkatkan produksi pertaniannya.


Bagikan Info